Thailand Dituduh Kirim Beras untuk Tentara Myanmar
BANGKOK, iNews.id - Militer Thailand dituduh mengirim beras untuk unit-unit angkatan bersenjata Myanmar. Tuduhan itu dibantah dengan alasan pengiriman makanan melalui perbatasan merupakan ekspor perdagangan yang biasa.
Sebelumnya media Thailand, mengutip pejabat keamanan, melaporkan, tentara mengrim 700 karung beras ke unit-unit militer Myanmar di perbatasan timur. Pengiriman itu atas perintah dari pemerintah Thailand.
Namun pengiriman digagalkan pasukan Persatuan Nasional Karen (KNU), kelompok pemberontak etnis minoritas yang sedang melakukan gencatan senjata dengan pemerintah Myanmar. KNU mendukung gerakan demokrasi Myanmar dan mengecam kudeta serta tindakan keras militer.
Bantuan ini bakal menuai kecaman dari para aktivis prodemokrasi serta rakyat pendukung pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi.
224 Demonstran Myanmar Tewas, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita
"Militer Thailand tidak memasok untuk tentara Myanmar dan tidak ada kontak dengan tentara Myanmar yang meminta bantuan dari kami karena mereka memiliki kehormatan sendiri," kata komandan Pasukan Naresuan, Amnat Srimak, dikutip dari Reuters, Minggu (21/3/2021).
Ratusan Warga Myanmar Siap Menyeberang ke Thailand termasuk Polisi dan Tentara Pembelot
"Jika ada sesuatu, saya kira itu perdagangan reguler di penyeberangan perbatasan. Kami tidak memblokir jika tindakan tersebut tidak melanggar hukum dan mengikuti prosedur bea cukai," ujarnya, menambahkan.
Militer Myanmar menghadapi kecaman internasional pasca-kudeta 1 Februari serta penanganan terhadap demonstrasi yang sejauh ini telah menewaskan hampir 250 orang. Di sisi lain Thailand menyuarakan keprihatinan atas pertumpahan darah tersebut.
Belum ada komentar dari pemerintah Thailand maunpun pemerintahan junta Myanmar terkait pengiriman beras tersebut.
Editor: Anton Suhartono