Thailand Peringatkan Kamboja Hentikan Serangan, Siapkan Pembalasan Lebih Keras
BANGKOK, iNews.id - Thailand mengutuk sekeras-kerasnya serangan militer Kamboja terhadap kedaulatannya seraya berjanji akan membalas setiap serangan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Thailand menegaskan negaranya akan meningkatkan langkah-langkah pertahanan jika serangan Kamboja ke wilayahnya tidak dihentikan
"Pemerintah Kerajaan Thailand menyerukan Kamboja untuk bertanggung jawab atas insiden yang telah terjadi, menghentikan serangan terhadap sasaran sipil dan militer, serta menghentikan semua tindakan yang melanggar kedaulatan Thailand," bunyi pernyataan Kemlu Thailand, dikutip Jumat (25/7/2025).
Militer Thailand juga siap mengintensifkan langkah-langkah pertahanan diri jika Kamboja terus melanggar kedaulatan Thailand sesuai dengan hukum dan prinsip-prinsip internasional.
Serangan Roket Kamboja Hantam 5 Rumah Sakit di Thailand, 11 Warga Sipil Tewas
Mengingat parahnya situasi akibat serangan Kamboja yang disengaja dan terencana, pemerintah Thailand menurunkan hubungan diplomatik dengan Kamboja.
"Tindakan tersebut pada dasarnya bertentangan dengan prinsip-prinsip hubungan bertetangga yang baik dan iktikad baik, serta semakin merusak reputasi dan kredibilitas Kamboja di panggung global," kata Kemlu Thailand.
Negaranya Digempur Thailand, PM Kamboja Hun Manet Ngadu ke PBB
Serangan roket Kamboja ke berbagai wilayah Thailand di sepanjang perbatasan kedua negara sejauh ini menewaskan 12 orang. Dari jumlah itu 11 korban adalah warga sipil dan hanya satu tentara.
Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Somsak Thepsuthin mengatakan di antara korban tewas akibat serangan roket Grad Kamboja adalah dua anak-anak.
Serangan Kamboja, kata dia, juga menargetkan lima rumah sakit, satu di antaranya langsung mengenai gedung sebuah rumah sakit di Provinsi Surin.
Pihak berwenang di empat provinsi Thailand yang berbatasan dengan Kamboja telah mengumumkan evakuasi penduduk.
Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk melakukan serangan udara ke Kamboja. Kemudian militer Kamboja merespons dengan memggunakan roket BM-21. Foto yang beredar di media sosial menunjukkan puing-puing artileri Kamboja di toko swalayan 7-Eleven dan SPBU Thailand.
Sementara itu Kamboja membantah serangannya ke Thailand menargetkan warga sipil.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata mengatakan serangan militernya semata-mata untuk melindungi integritas teritorial dan hanya menargetkan fasilitas militer, bukan warga sipil.
"Posisi Kamboja adalah menggunakan hak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial. Kami hanya menargetkan fasilitas militer," kata Socheata.
Kamboja tak mengumumkan jumlah korban tewas maupun luka di pihaknya.
Sengketa wilayah berkepanjangan antara Thailand dan Kamboja salah satunya dipicu status Kuil Preah Vihear dari abad ke-11. Lokasi itu sudah masuk Warisan Dunia UNESCO.
Editor: Anton Suhartono