Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp47 Triliun, Najib Razak Ajukan Banding
Advertisement . Scroll to see content

Thailand Terus Bombardir Kamboja Jelang Perundingan Gencatan Senjata di Malaysia

Senin, 28 Juli 2025 - 11:27:00 WIB
Thailand Terus Bombardir Kamboja Jelang Perundingan Gencatan Senjata di Malaysia
Militer Thailand masih menggempur Kamboja, Senin (28/7), beberapa jam menjelang perundingan gencatan senjata yang digelar di Malaysia (Foto: RTAF)
Advertisement . Scroll to see content

PHNOM PENH, iNews.id - Militer Thailand masih menggempur Kamboja, Senin (28/7/2025), beberapa jam menjelang perundingan gencatan senjata yang digelar di Malaysia. Konflik bersenjata kedua negara ASEAN itu telah memasuki hari kelima.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kamboja Maly Socheata mengatakan, Thailand melancarkan serangan pendahuluan di area Kuil Ta Moan pada pukul 03.10 hingga 05.00 waktu setempat.

Thailand menjatuhkan bom dari pesawat di daerah An Ses serta beberapa lokasi lain. Bukan hanya itu, kata Maly, Thailand juga terus menggunakan bom klaster.

Selain itu, Thailand menghujani Kamboja dengan peluru-peluru artileri berat ke berbagai wilayah. Meski demikian serangan Thailand bisa dipatahkan tentaranya.

"Hingga 28 Juli 2025, meskipun telah ditetapkan pertemuan khusus tingkat kepala pemerintahan kedua negara di Kuala Lumpur dengan tujuan mengakhiri konflik, pada pukul 03.10, pihak Thailand terus melancarkan serangan pendahuluan terhadap Kamboja di wilayah Prasat Ta Moan Thom, Prasat Ta Krabey, dan terus melepaskan tembakan hingga pukul 05.00," kata Maly, dikutip dari Khmer Times.

Dia juga menuduh Thailand menyerang Kuil Ta Moan Thom, Chubkorki, Thmar Daun, Veal Intri 5 Makara, Tathav, Phnum Khaing, dan An Ses. 

Tentara Thailand menyerang secara gencar lima Makara untuk merebut Wat Keo Sikha Kiriswara serta memperluas medan pertempuran di Chubkorki, Thmar Daun.

Menurut Maly, serangan Thailand ke wilayah Kamboja semakin besar dan brutal, mengabaikan hukum internasional.

Dalam pembaruan laporannya, Maly menyebut lebih dari 130.000 warga Kamboja mengungsi. Selain itu 600 lebih sekolah ditutup serta banyak infrastruktur rusak.

Banyak rumah warga sipil rusak dan hancur akibat serangan Thailand. Kamboja juga menuduh Thailand sengaja menghancurkan Kuil Preah Vihear.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut