Tolak Peringatan Virus Korona dengan Jilat Kuil Suci, 2 Pria Iran Terancam Hukum Cambuk
TEHERAN, iNews.id - Dua pria di Iran menentang peringatan virus korona, setelah beredar video yang menunjukkan mereka menjilat kuil suci. Akibatnya, kini kedua pria itu terancam hukuman penjara dan cambuk.
Dalam salah satu video, yang dilihat lebih dari satu juta kali di Instagram, seorang pria tampak berada di kuil Masumeh di Kota Qom.
Dia mengatakan, "Saya tidak takut pada virus korona", sebelum menjilati dan mencium gerbang kuil.
Dalam video lainnya yang direkam di sebuah kuil di Masyhad, seorang pria mengatakan dia ada di sana untuk menjilat kuil itu.
Panik Virus Korona, Giliran Warga Australia Berburu Tisu Toilet hingga Pasta
"Sehingga penyakitnya bisa masuk ke dalam tubuh saya dan orang lain dapat mengunjungi (kuil) tanpa merasa cemas," kata pria itu, seperti dilaporkan BBC, Rabu (4/2/2020).
Menanggapi hal itu, anggota parlemen Hasan Nowrozi mengatakan: "Mereka yang melakukan tindakan tidak biasa seperti itu, menyebarkan berita palsu dan takhayul yang menentang pihak berwenang di negara ini."
Update Daftar Negara dan Jumlah Kasus Virus Korona di Dunia, dari Indonesia hingga Armenia
"Orang-orang seperti itu diancam dengan hukuman penjara dua bulan hingga dua tahun dan maksimal 74 cambukan."
Penangkapan dilakukan setelah video kedua pria itu dibagikan di media sosial oleh wartawan dan aktivis Iran, Masih Alinejad.
Cegah Penyebaran Virus Korona, Kazakhstan Larang Masuk Warga Iran
"Menangkap dua orang ini tidak cukup karena pusat-pusat keagamaan masih dibuka di Qom dan kota-kota lain tempat orang-orang menderita virus korona," katanya, kepada BBC.
Iran menjadi salah satu negara dengan jumlah terbesar kasus virus korona di luar China.
Virus Korona di Iran, Wakil Presiden Terinfeksi dan Salat Jumat Ditiadakan
Kendati beberapa tindakan telah dilakukan untuk melindungi para pengunjung tempat-tempat suci -seperti menyemprotkan disinfektan- tidak ada penutupan serentak terhadap situs-situs tersebut.
Beberapa ulama percaya bahwa kuil, termasuk kuil Masumeh di Qom, mengandung kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan penyakit.
Jutaan orang mengunjungi kuil-kuil itu setiap tahun, menghabiskan berjam-jam untuk berdoa di dekat mereka, atau mencium dan menyentuh mereka.
Warganet di media sosial mengkritik pemerintah Iran karena gagal mengambil tindakan pencegahan yang sama seperti negara-negara lain demi melindungi warganya.
Pekan lalu, Arab Saudi untuk sementara melarang umat Muslim mengunjungi kota-kota suci Mekah dan Madinah. Bahkan, di beberapa daerah di Italia, misa gereja ditangguhkan.
"Ayatollah Agung harus bereaksi. Reaksi cepat diperlukan," kata seorang pengguna Twitter.
Sementara cuitan lain mendukung mereka yang ingin terus mengunjungi situs keagamaan.
"Pikiran kita didasarkan pada ajaran ilahi, dan Syiah adalah agama paling murni di dunia, dan masjid-masjid berada di garis depan dalam memerangi virus korona."
Di daerah-daerah terdampak di Iran, sekolah dan universitas ditutup dan di Teheran penggunaan pipa shisha dilarang.
Orang-orang juga diminta tidak menghadiri pertemuan besar dan selalu menggunakan masker dan gel tangan. Presiden Iran Hassan Rouhani juga mengatakan belum ada rencana mengkarantina seluruh kota.
Pada Senin (2/3/2020), tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Iran untuk memberikan bantuan dan dukungan termasuk peralatan pelindung untuk petugas kesehatan dan peralatan diagnostik.
Editor: Nathania Riris Michico