Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Khamenei Tolak Pengawalan Khusus saat Terbunuh dalam Serangan AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Tragis, Pendaki Gunung Tewas Terjatuh ke Jurang 230 Meter saat Potret Pemandangan

Jumat, 28 Januari 2022 - 11:02:00 WIB
Tragis, Pendaki Gunung Tewas Terjatuh ke Jurang 230 Meter saat Potret Pemandangan
Pendaki gunung jatuh dari ke jurang sedalam 230 meter di Puncak Flatiron Trail, Arizona (Foto: KPHO Pheonix)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Seorang pendaki gunung tewas terjatuh ke jurang sedalam 230 meter di Puncak Flatiron Trail, Arizona, Amerika Serikat, Senin (24/1/2022). Saat itu korban, Richard Jackson, hendak memotret pemandangan di puncak. Dia diketahui sedang berkemah dengan seorang temannya di lokasi itu.

Teman korban yang identitasnya belum disebutkan melapor polisi pada Senin pagi bahwa Jackson terjatuh ke jurang.

Kantor Sheriff Pinal County menyatakan, Jackson melangkah ke tepi jurang untuk mengambil foto namun terpeleset.

"Dia terpeleset dan jatuh. Saya bisa beri tahu Anda bahwa selama penyelidikan, tidak ada tanda-tanda kejahatan. Tidak ada tanda-tanda penggunaan narkoba sama sekali, ini hanya kecelakaan sangat tragis," kata pejabat sheriff, Doug Peoble, kepada Fox10.

Jenazah Jackson ditemukan di Flatiron Peal, Pegunungan Superstition, dengan bantuan helikopter dari Departemen Keamanan Publik Arizona.

Dia menambahkan, rekan Jackson sangat terpukul karena ditinggal sendiri di lokasi kecelakaan. Dia akhirnya juga diterbangkan dengan helikopter dari lokasi.

Menurut AllTrails, situs web hiking yang membuat profil mengenai jalur pendakian tersebut, Jalur Siphon Draw sepanjang sekitar 10 km salah satu yang populer dipilih para pendaki untuk mencapai puncak Flatiron. Umumnya pendaki membutuhkan waktu 4 jam melalui rute itu untuk sampai puncak. 

Seorang komentator Bill Howard mengatakan, jalur itu sulit dan menantang seraya memperingatkan kelelahan bisa saja menjadi penyebab pendaki mengalami kecelakaan.

"Saya tinggal di dekat situ dan menyaksikan banyak evakuasi helikopter, biasanya sekitar setengah jalan," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut