Trump Akan Reshuffle Kabinet Setelah Republik Kalah Pemilu, Menhan Hegseth Termasuk?
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan merombak atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Keputusan itu diambil setelah kekalahan menyakitkan Partai Republik di Kongres, dalam pemilu paruh waktu pada 3 November lalu.
Partai Republik kehilangan kursi mayoritas di DPR dan Senat, bahkan berdasarkan penghitungan sementara tertinggal jauh dibandingkan Partai Demokrat.
Dalam cuplikan wawancara di program "60 Minutes" stasiun televisi CBS News, Trump ditanya apakah dirinya akan memecat menteri dalam pasca-pemilu paruh waktu.
"Iya, sedikit," ujarnya.
"Saya menyukai Kabinet ini. Saya kira mereka bagus. Tapi saya akan, mungkin, melakukan beberapa perubahan," tuturnya, menambahkan.
Versi utuh dari wawancara tersebut akan ditayangkan pada Minggu (8/11/2026) waktu AS.
Trump sebelumnya mengatakan akan mengangkat Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menjadi kepala, menggantikan Susie Wiles. Sementara itu Wiles, yang telah lama menjabat sebagai kepala staf Trump, akan pindah ke bidang operasi politik Trump.
Selain itu muncul spekulasi bahwa Trump akan mencopot Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang dianggap bertanggung jawab atas kekalahan Republik dalam pemilu.
Kekalahan Partai Republik dipicu kebijakan perang Iran oleh pemerintahan Trump yang menyebabkan lonjakan harga BBM dan barang-barang. Hegseth, sebagai kepala Pentagon, dianggap beranggung jawab atas kondisi itu.
Editor: Anton Suhartono