Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teman Jadi Musuh, Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!

Jumat, 07 Agustus 2026 - 06:52:00 WIB
Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!
AS akui persediaan senjata kian menipis usai melawan Iran. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakui perang melawan Iran benar-benar menguras amunisi tertentu militernya. Dia pun mengisyaratkan perang akan segera berakhir.

Trump menyebut militer AS sedang menghadapi masalah pasokan beberapa jenis senjata, namun tidak menyebutkannya.

"Saya rasa hal itu (perang melawan Iran) akan segera berakhir. Saya kira mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi," ujar Trump, di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).

Saat ditanya mengenai status persediaan amunisi, Trump mengatakan pemerintah bisa memasok senjata jenis tertentu hampir tak terbatas. Namun dia mengakui persediaan untuk jenis senjata lainnya terbatas.

"Kita punya jenis amunisi tertentu yang sangat kuat, pasokannya tak terbatas, atau bisa dibilang hampir tak terbatas. Ada pula jenis lain yang persediaannya lebih terbatas," kata Trump, tampaknya merujuk pada rudal sistem pertahanan.

Trump mengungkapkan, perusahaan-perusahaan pertahanan AS sedang membangun pabrik-pabrik baru untuk memenuhi kebutuhan, termasuk fasilitas untuk membuat rudal pertahanan Patriot serta rudal serbu Tomahawk.

Sebelumnya beberapa media AS, mengutip sumber pejabat, melaporkan persediaan rudal pertahanan THAAD dan Patriot semakin menipis. Disebutkan, rudal THAAD terkuras hingga 80 persen dari persediaan AS dibandingkan dengan sebelum perang melawan Iran, sementara rudal Patriot 50 persen.

Iran melancarkan serangan besar-besaran menargetkan pangkalan-pangkalan militer serta kepentingan AS di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut