Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Netanyahu dan Trump Dilaporkan Bahas Kemungkinan Serangan Jilid 2 ke Iran
Advertisement . Scroll to see content

Trump Akhirnya Konfirmasi Putra Sekaligus Pewaris Al Qaeda Hamza bin Laden Tewas

Sabtu, 14 September 2019 - 21:40:00 WIB
Trump Akhirnya Konfirmasi Putra Sekaligus Pewaris Al Qaeda Hamza bin Laden Tewas
Hamza bin Laden (FOTO: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi Hamza bin Laden, putra sekaligus pewaris pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden, tewas dalam operasi kontra-terorisme di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Media AS, setiap dikutip AFP, Sabtu (14/9/2019), melaporkan pada akhir Juli dan awal Agustus, mengutip para pejabat intelijen, bahwa Hamza Bin Laden tewas dalam dua tahun terakhir dalam sebuah operasi yang melibatkan AS.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengonfirmasi kematiannya bulan lalu, dengan menyebut bahwa Bin Laden sudah mati, namun Trump dan pejabat senior lainnya belum secara publik mengonfirmasi berita tersebut.

"Hamza bin Laden, anggota tinggi Al Qaeda dan putra Osama bin Laden, tewas dalam operasi kontraterorisme Amerika Serikat di wilayah Afghanistan atau Pakistan," kata Trump, dalam pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (14/9/2019).

"Hilangnya Hamza bin Laden tidak hanya merampas keterampilan penting kepemimpinan Al-Qaeda dan hubungan simbolis dengan ayahnya, tetapi juga melemahkan kegiatan operasional penting kelompok itu."

Pernyataan itu tidak menyebut kapan waktu operasi.

Hamza, yang merupakan anak ke-15 dari 20 anak Osama bin Laden, serta seorang putra dari istri ketiga, diperkirakan berusia sekitar 30 tahun saat tewas.

"Dia muncul sebagai pemimpin dalam waralaba Al-Qaeda," bunyi laporan Departemen Luar Negeri, saat mengumumkan hadiah hadiah 1 juta dolar AS atas kepala Hazma pada Februari 2019.

Kadang-kadang dijuluki "putra mahkota jihad," Hamza mengeluarkan pesan audio dan video yang menyerukan serangan terhadap AS dan negara-negara lain, terutama untuk membalas pembunuhan ayahnya oleh pasukan AS di Pakistan pada Mei 2011.

Pekerjaan itu membuatnya menarik generasi pengikut baru ke kelompok ekstrimis yang melakukan serangan 11 September 2001 di AS, yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut