Trump Akhirnya Ngaku Jalani MRI saat Pemeriksaan Medis, Ada Apa?
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui telah menjalani tes pencitraan resonansi magnetik (MRI) saat pemeriksaan medis baru-baru ini. Namun dia tidak menjelaskan mengapa dokter memintanya melakukan tindakan tersebut.
"Saya menjalaninya, menjalani MRI. Hasilnya sempurna," kata Trump, kepada wartawan dalam kunjungannya di Jepang, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (28/10/2025).
Saat didesak mengenai tujuan pemeriksaan tersebut, Trump meminta wartawan untuk bertanya langsung ke dokternya.
"Para dokter mengatakan hasil yang baik, untuk (ukuran) usianya, beberapa laporan terbaik yang pernah mereka lihat," ujar pria 79 tahun tersebut.
Trump: Selama Saya Jadi Presiden AS, Timur Tengah Akan Membaik
Berdasarkan rincian pemeriksaan yang dirilis pada 10 Oktober, Trump menjalani pemindaian lanjutan saat pemeriksaan di fasilitas medis militer Walter Reed. Namun, tidak diungkapkan jenis pemindaian tubuh apa yang dilakukan.
"Studi laboratorium komprehensif yang dilakukan bersamaan dengan kunjungan tersebut sangat luar biasa, termasuk parameter metabolik, hematologi, dan jantung yang stabil," kata Sean Barbarbella, dokter Trump, dalam catatan pemeriksaan yang dirilis Gedung Putih.
Nah, Trump Bilang Tak Ingin Buang-Buang Waktu Bertemu Putin
Kunjungan tersebut dilakukan 6 bulan setelah pemeriksaan rutin tahunan pada April.
Sementara itu pemeriksaan medis terbaru Trump dilakukan setelah para jurnalis curiga dengan memar di bagian punggung telapak tangan sang presiden. Memar itu tampaknya berusaha disembunyikan Trump. Kondisi itu memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Trump juga mengalami pembengkakan di kaki, yang juga menjadi sorotan jurnalis. Dokter menjelaskan pembengkakan itu disebabkan insufisiensi vena kronis, terjadi saat katup di vena kaki tidak bisa memompa darah kembali ke jantung secara normal.
Editor: Anton Suhartono