Trump: Amerika dan Rusia Tidak Sedang Berlomba Nuklir
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Washington dan Moskow tidak sedang terlibat dalam perlombaan senjata nuklir, meski kedua negara terus mengembangkan sistem persenjataannya masing-masing.
Pernyataan itu disampaikan Trump menanggapi uji coba rudal nuklir jarak jauh Burevestnik yang diumumkan berhasil oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa keberhasilan Rusia menguji rudal jelajah bertenaga nuklir sejauh 14.000 kilometer bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan. Dia menilai AS sudah memiliki sistem senjata yang cukup kuat untuk mempertahankan diri tanpa harus terjebak dalam ajang pamer kekuatan.
“Mereka tidak main-main dengan kita, dan kita juga tidak main-main dengan mereka,” kata Trump seperti dikutip dari The Washington Post, Selasa (28/10/2025).
Spesifikasi Rudal Burevestnik Rusia, Bertenaga Nuklir Bisa Kelilingi Bumi Tanpa Terdeteksi
Trump juga menilai langkah Rusia untuk memamerkan kemampuan nuklir justru menunjukkan fokus yang keliru di tengah perang Ukraina yang belum berakhir. Menurut dia, alih-alih mengembangkan senjata baru, Moskow seharusnya memprioritaskan penyelesaian konflik yang sudah berlangsung hampir 4 tahun.
“Itu bukan hal yang pantas bagi Putin. Anda seharusnya mengakhiri perang-perang yang seharusnya berlangsung selama satu minggu kini hampir 4 tahun,” ujar Trump dengan nada tegas.
Putin Semringah Uji Coba Rudal Burevestnik Sukses, Perintahkan Segera Kirim ke Militer
Pernyataan Trump merespons pengumuman Putin pada Minggu (26/10/2025), yang menyebut rudal Burevestnik berhasil mengenai target pada jarak 14.000 km. Putin memuji rudal tersebut sebagai senjata strategis “unik” yang belum tertandingi di dunia.
Meski begitu, Trump tampak tidak terkesan. Dia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sudah memiliki kapal selam nuklir yang ditempatkan di lepas pantai Rusia, dan “tidak perlu menempuh jarak sejauh itu untuk mengenai sasaran.”
Burevestnik, dikenal NATO dengan nama Skyfall, pertama kali diperkenalkan oleh Putin pada 2018 sebagai bagian dari enam sistem senjata strategis baru Rusia. Rudal ini diklaim memiliki daya jelajah hampir tak terbatas berkat reaktor nuklir mini di dalamnya. Namun, sejumlah uji coba sebelumnya dilaporkan mengalami kegagalan dan menimbulkan kekhawatiran soal kebocoran radiasi.
Pernyataan Trump menandai upayanya untuk menegaskan bahwa hubungan strategis AS dan Rusia masih berada dalam kendali, meskipun ketegangan global meningkat. Dia menekankan bahwa kebijakan pertahanan AS tidak berorientasi pada perlombaan nuklir, melainkan pada penyeimbangan kekuatan global dan pencegahan konflik.
Editor: Anton Suhartono