Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ancam Gelar Operasi jika Tentara Rusia Tak Pergi dari Venezuela

Kamis, 28 Maret 2019 - 13:16:00 WIB
Trump Ancam Gelar Operasi jika Tentara Rusia Tak Pergi dari Venezuela
Donald Trump ancam lakukan operasi penuh jika tentara Rusia tak mau keluar dari Venezuela (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Rusia untuk menarik seluruh pasukannya dari Venezuela. Jika tidak, dia siap menggelar operasi penuh untuk memaksa militer Rusia hengkang.

Dua pesawat militer Rusia diketahui mendarat di luar Ibu Kota Karakas, Venezuela, pada Sabtu pekan lalu. Pesawat tersebut mengangkut hampir 100 tentara.

"Rusia harus pergi," kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/3/2019).

"Kita akan lihat. Semua operasi terbuka lebar," kata Trump, saat ditanya wartawan mengenai apa cara yang akan digunakan AS untuk memaksa Rusia hengkang.

AS yakin di antara tentara Rusia itu ada pasukan khusus dan personel keamanan siber.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, menanggapi ancaman Trump itu dengan mengatakan, negaranya memiliki hubungan bilateral dan perjanjian dengan Venezuela dan masih berlaku sampai saat ini.

Menurut dia, AS tak berhak mengatur apa yang dilakukan Rusia di Venezuela.

"Tidaklah bergantung pada AS untuk memutuskan tindakan dan nasib negara lain. Ini hanya bergantung pada rakyat Venezuela dan satu-satunya presiden yang sah Nicolas Maduro," kata Polyanskiy, di Twitter.

Kondisi ini semakin menambah genting situasi di Venezuela yang sedang menghadapi krisis pascapengakuan sepihak Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu pada Januari lalu.

Guaido didukung AS, Uni Eropa dan sekutu lain, termasuk mayoritas negara tetangga di Amerika Tengah. Sementara Presiden Nicolas Maduro mendapat dukunggan dari Rusia, China, Turki, dan sekutu lain, termasuk Meksiko dan Kuba.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut