Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing
Advertisement . Scroll to see content

Trump: AS Bisa Hancurkan Nuklir Iran dalam 10 Menit

Senin, 02 November 2026 - 06:21:00 WIB
Trump: AS Bisa Hancurkan Nuklir Iran dalam 10 Menit
Donald Trump sesumbar militer negaranya mampu menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang tersisa hanya dalam waktu 10 menit (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar militer negaranya mampu menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang tersisa hanya dalam waktu 10 menit. Dia bahkan mengungkapkan masih ada satu atau dua target di Iran yang belum dituntaskan Washington.

Trump menyebut AS sebenarnya tidak terburu-buru melancarkan serangan baru karena sebagian besar kekuatan militer dan program nuklir Iran telah dilumpuhkan. Meski demikian, dia mengisyaratkan masih ada fasilitas strategis yang bisa menjadi sasaran berikutnya.

"Kita telah melumpuhkan nuklir mereka. Kita masih harus mengurus, saya bisa sampaikan satu atau dua lokasi, tapi kami bisa melakukannya dalam 10 menit," kata Trump, seperti dikutip AFP, Senin (2/11/2026).

Dia secara khusus menyinggung Gunung Pickaxe, kompleks bawah tanah di Iran yang dicurigai AS menjadi lokasi pengembangan program nuklir. Trump menyatakan militer AS bisa menghancurkan fasilitas tersebut dengan sangat cepat.

"Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan Anda harus menanganinya. Kita bisa melakukan itu semua dengan sangat cepat," ujarnya.

Namun, Iran berulang kali membantah kompleks Gunung Pickaxe digunakan untuk menjalankan program nuklir. Teheran juga menolak berbagai tuduhan mengenai aktivitas nuklirnya yang disampaikan Washington.

Di tengah ancaman tersebut, Trump mengklaim negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran berjalan baik. Namun, dia mengaku tidak yakin pemerintah Iran akan memenuhi komitmen yang disepakati dalam perundingan.

Trump juga menegaskan AS tidak memiliki alasan untuk terburu-buru mengambil keputusan mengenai serangan berikutnya karena merasa telah mencapai sebagian besar tujuan militernya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Trump belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan serangan terbaru terhadap Iran. Washington, kata dia, masih membuka peluang menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.

Di pihak Iran, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan baru. Dia menegaskan setiap ancaman terhadap Iran harus dibalas dengan serangan yang memberikan dampak besar.

"Setiap tingkat atau jenis ancaman harus dibalas dengan respons segera, punya dampak, dan tidak terbatas secara geografis," kata Mojtaba kepada para komandan militer Iran.

Mojtaba juga memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target serangan Iran. Daftar tersebut harus mencakup seluruh jenis aset milik AS dan Israel, baik yang bersifat nyata maupun tidak nyata.

Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran akan pecahnya kembali perang terbuka antara kedua negara. Serangan baru AS terhadap Iran bahkan disebut-sebut berpotensi dilancarkan setelah pemilu paruh waktu Amerika pada 3 November.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengisyaratkan kemungkinan serangan tersebut. Dia menyebut peluang untuk menggulingkan pemerintahan Iran sebagai kesempatan bersejarah yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

Situasi politik di AS dan Israel turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah konflik. Pemilu parlemen Israel yang digelar pada 27 Oktober belum menghasilkan pemenang yang mampu membentuk pemerintahan baru.

Dengan demikian, perkembangan politik di kedua negara berpotensi menentukan langkah Washington dan Tel Aviv selanjutnya terhadap Teheran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut