Trump Batal Serang Iran, AS: Jangan Anggap Kebijaksanaan sebagai Kelemahan
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu. Namun, Republik Islam tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar dengan alasan apa pun.
"Jika Amerika berperang dengan Iran, ini akan menjadi kehancuran yang belum pernah Anda lihat sebelumnya," kata Trump, dalam program "Meet the Press" di stasiun televisi NBC, Senin (24/6/2019).
"Namun," ujar Trump, "Saya tidak ingin melakukan hal itu (perang).”
"Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Jika ingin bicara tentang itu, bagus. Jika tidak, mereka bisa hidup dalam kondisi ekonomi yang hancur untuk waktu lama," tegasnya.
Pernyataan Trump, yang direkam pada Jumat (21/6) dan disiarkan Minggu (23/6/3019), sejalan dengan ancamannya untuk memberlakukan sanksi-sanksi besar baru terhadap Iran. Sanksi itu, kata Trump, bakal diberlakukan hari ini, Senin (24/6/2019).
Dua pejabat penting AS lainnya, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Wakil Presiden Mike Pence, juga mengeluarkan peringatan baru terhadap Iran soal keputusan Trump yang pada saat-saat terakhir membatalkan serangan pembalasan atas serangan terhadap drone AS di dekat Selat Hormuz, Kamis (20/6).