Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Advertisement . Scroll to see content

Trump Enggan Beri Target Waktu untuk Iran: Mereka Sudah Paham!

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:08:00 WIB
Trump Enggan Beri Target Waktu untuk Iran: Mereka Sudah Paham!
Donald Trump menolak menetapkan target waktu bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak menetapkan target waktu bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan di tengah memanasnya konflik kedua negara. Meski enggan memberikan tenggat waktu, Trump menegaskan Teheran memahami apa yang diinginkan Washington seraya memperingatkan peringatan keras.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri KTT Pertahanan dan Inovasi di Negara Bagian Pennsylvania, Rabu (15/7/2026). Menjawab pertanyaan wartawan mengenai batas waktu yang akan diberikan kepada Iran, Trump mengatakan dirinya tidak menyukai penetapan tenggat dalam proses negosiasi.

"Saya tidak suka memberi tenggat waktu, tapi mereka cukup paham, mereka tahu ceritanya," kata Trump, serata mendesak Iran untuk bersikap baik, seperti dikutip Anadolu, Kamis (16/7/2026).

Meski menolak memberikan batas waktu, Trump mengeklaim Iran masih ingin kembali mencapai kesepakatan dengan AS. Menurut dia, peluang diplomasi tetap terbuka jika Teheran bersedia memenuhi tuntutan Washington.

'Mereka orang-orang jahat, tapi mereka ingin membuat kesepakatan. Saya bisa sampaikan, mereka ingin membuat kesepakatan,' ujarnya, dalam wawancara dengan Fox News.

Sebelumnya, Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran terus berlanjut hingga sepekan ke depan. Dia bahkan mengancam akan memperluas daftar target dengan menyerang pembangkit listrik serta jembatan di Iran jika Teheran belum juga kembali ke meja perundingan.

Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan memulai kembali blokade maritim terhadap Iran sejak Selasa (7/7/2026) pukul 16.00. Langkah tersebut menjadi bagian dari operasi militer yang kembali dilancarkan Washington di tengah memburuknya hubungan kedua negara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut