Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jenderal Iran Awasi Negara-Negara Teluk yang Bantu AS: Tak Ada yang Luput!
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Iran Belum Siap Teken Kesepakatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:09:00 WIB
Trump: Iran Belum Siap Teken Kesepakatan
Donald Trump tidak yakin Iran siap untuk mencapai kesepakatan meski AS menerapkan perang ekonomi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump tidak yakin Iran siap untuk mencapai kesepakatan meskipun AS menerapkan perang ekonomi. Trump memberlakukan operasi ekonomi untuk menghancurkan Iran dengan menutup sepenuhnya akses pendapatan negara itu, termasuk mengancam negara-negara yang bekerja sama dengannya.

"Mereka ingin sekali membuat kesepakatan, tapi menurut pendapat saya, mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang sesuai," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (22/8/2026).

Dia kembali mengeklaim, Iran benar-benar dalam kondisi sekarat setelah melewati perang 6 bulan yang melelahkan.

Lebih lanjut Trump menepis, operasi ekonomi terhadap Iran berarti mengenyampingkan operasi militer lanjutan. Opsi untuk menyerang Iran masih tersedia.

Menurut Trump, AS masih ingin melihat dampak dari pemberlakukan operasi ekonomi terhadap Iran.

"Mereka tidak punya uang, tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara. Mereka tidak menggaji tentara, tidak menggaji polisi. Mereka mengalami inflasi 350 persen," kata Trump.

Dia juga mengulangi seruan agar AS mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz serta jalur perairan di sekitarnya serta wilayah daratan di Iran selatan. Namun klaim Trump bahwa AS mengendalikan Selat Hormuz tak terlihat di lapangan. Lalu lintas melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum perang akibat tingginya risiko keamanan ditandai serangan terhadap kapal-kapal dagang.

Lembaga pengawas perdagangan maritim Inggris UKMTO mengungkap, lalu lintas di Selat Hormuz susut 90 persen di bawah kondisi sebelum perang pada 28 Februari.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut