Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Filipina Darurat Energi: Banyak Pesawat Tak Bisa Terbang karena Harga Bahan Bakar Naik 100%
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz Bersama Pemimpin Iran Berikutnya

Rabu, 25 Maret 2026 - 06:34:00 WIB
Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz Bersama Pemimpin Iran Berikutnya
Donald Trump mengklaim akan mengendalikan Selat Hormuz bersama pemimpin Iran berikutnya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim akan mengendalikan Selat Hormuz bersama pemimpin Iran berikutnya. Pernyataan Trump tersebut memberi sinyal bahwa AS dan Israel akan kembali menggulingkan rezim saat ini.

Pembahasan soal rezim Iran yang baru disampaikan Trump, Senin (23/3/2026) di Florida, saat wartawan menanyakan soal nasib Selat Hormuz berikutnya.

Menurut Trump, AS sedang berunding dengan Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz bersama pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

"Itu (Selat Hormuz) akan segera dibuka. Akan dikendalikan bersama. Mungkin (oleh) saya, Amerika Serikat. Saya dan Ayatollah. Siapa pun Ayatollah saat ini, siapa pun Ayatollah berikutnya," katanya.

Trump melanjutkan, pemerintahannya sedang berbicara dengan beberapa orang di Iran namun bukan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Dia tidak menyebutkan siapa orang tersebut karena alasan keamanan.

"Saya tidak ingin dia dibunuh," ujarnya.

Menurut Trump, Iran akan mengalami pergantian rezim sangat serius namun tak menjelaskan secara rinci. 

"Akan ada juga bentuk perubahan rezim yang sangat serius. Sejujurnya, saat ini semua orang dari rezim ini telah terbunuh. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim," tuturnya.

Menurut dia, orang yang sedang diajak berunding dihormati oleh rakyat Iran. Salah satu dari mereka mungkin akan menjadi pemimpin berikutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan AS telah memulai perundingan dengan Iran pada akhir pekan. Diskusi berlanjut pada Minggu.

Trump mengklaim Iran sangat ingin mencapai kesepakatan, demikian pula dengan AS.

"Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon karena sangat sulit untuk menemukan negara (ketiga). Saya kira sangat sulit bagi mereka untuk keluar. Tetapi kita akan bertemu segera. Kita akan melakukan pertemuan selama 5 hari," ujarnya.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran membantah ada perundingan dengan AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut