Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Beri Ampun! Iran Gempur Pangkalan Militer AS Lagi, di Kuwait dan Uni Emirat Arab
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Ambil Alih Selat Hormuz: Kondisinya Sangat Baik!

Kamis, 03 September 2026 - 20:14:00 WIB
Trump Klaim Ambil Alih Selat Hormuz: Kondisinya Sangat Baik!
Donald Trump mengeklaim militer AS telah mengambil alih Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim militernya telah mengambil alih Selat Hormuz dan membantu puluhan kapal dagang melintasi jalur strategis tersebut setiap malam.

Trump bahkan menyebut kondisi Selat Hormuz yang telah diblokade Iran sejak awal perang AS-Israel pada akhir Februari 2026 kini "sangat baik". Klaim tersebut disampaikan setelah terjadi aksi saling serang antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

"Kita mengambil alih. Banyak sekali kapal yang berhasil melintasinya tadi malam. Seperti yang Anda ketahui, dengan bantuan angkatan laut, kita telah membantu rata-rata 30 kapal setiap malam," kata Trump kepada Fox News, dikutip Kamis (3/9/2026).

Trump mengatakan sekitar 30 kapal dagang berhasil melintasi Selat Hormuz setiap malam dengan bantuan Angkatan Laut AS. Menurut dia, kondisi jalur pelayaran tersebut kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Namun, klaim Trump tersebut tampaknya berbeda dengan kondisi di lapangan. Laporan media menyebut hanya lima kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah aksi saling serang AS dan Iran pada Minggu (30/8/2026) dan Senin (31/8/2026).

Ketegangan di kawasan itu meningkat setelah militer AS menggempur Pulau Larak di Selat Hormuz pada Minggu malam waktu setempat menggunakan drone. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Irak.

Serangan tersebut disebut media Iran berhasil menghancurkan sejumlah depot militer AS. Trump pun mengancam akan memberikan pembalasan lebih keras terhadap Iran.

"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Akan ada pembalasan," ujar Trump.

Di tengah eskalasi tersebut, Iran memperingatkan bahwa setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan AS ke wilayahnya akan menjadi sasaran.

Dalam pernyataan bersama, Staf Umum Angkatan Bersenjata dan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya menyatakan AS masih menggunakan wilayah, ruang udara, dan fasilitas sejumlah negara di Timur Tengah untuk menjalankan operasi militernya.

Iran menilai penggunaan wilayah negara-negara tersebut bertentangan dengan janji sejumlah pemerintahan di kawasan yang menyatakan tidak akan terlibat dalam serangan maupun mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang negara lain.

Teheran menegaskan tetap menghormati kedaulatan negara-negara tetangga. Namun, Iran menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang dianggap sebagai agresi.

Iran juga memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut terhadap wilayahnya akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

"AS tidak punya pilihan selain meninggalkan kawasan ini," bunyi pernyataan tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut