Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! CIA Bandingkan Kecerdasan Buatan dengan Senjata Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Iran Mohon-Mohon kepada AS Batalkan Serangan

Senin, 03 Agustus 2026 - 08:28:00 WIB
Trump Klaim Iran Mohon-Mohon kepada AS Batalkan Serangan
Donald Trump menyebut Iran memohon kepada AS untuk membatalkan rencana serangan besar-besaran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengeklaim Iran memohon agar AS membatalkan rencana serangan besar-besaran yang sedianya digelar pada akhir pekan lalu. Menurut Trump, permintaan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya membatalkan operasi militer yang juga disebut akan melibatkan Israel.

Trump mengatakan Iran menyampaikan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan AS. Selain Iran, negara Teluk lainnya, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar juga mendesak Washington menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.

"Kami diminta oleh tiga kelompok utama. Kami juga diminta dengan sangat kuat oleh Iran. Mereka bilang ingin membuat kesepakatan," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (3/8/2026).

Dia menambahkan, serangan yang dibatalkan itu akan menjadi operasi militer besar-besaran. Namun, menurut dia, negara-negara di kawasan, termasuk Iran, meminta AS agar tidak melanjutkan rencana tersebut.

"Itu akan menjadi serangan besar-besaran. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya. Mereka bilang, 'Tolong jangan lakukan itu'," ujarnya.

Trump sebelumnya mengumumkan pembatalan serangan besar-besaran terbaru terhadap Iran. Serangan itu disebut juga melibatkan Israel, seperti operasi militer yang pernah terjadi pada akhir Februari lalu.

Dia kemudian mendesak Teheran agar memanfaatkan momentum perundingan dan segera mencapai kesepakatan.

“Mereka tidak ingin kami melakukannya (menyerang Iran), dan terus terang, Arab Saudi juga tidak menginginkannya. Mereka mengira kesepakatan sudah dekat terkait dengan Selat Hormuz dan juga denuklirisasi,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut