Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Lindungi Presiden Maduro dari Serangan AS, Komandan Paspampres Venezuela Dipecat
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Segera Capai Kesepakatan Nuklir dengan Iran

Kamis, 15 Mei 2025 - 17:58:00 WIB
Trump Klaim Segera Capai Kesepakatan Nuklir dengan Iran
Donald Trump mengklaim segera mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim segera mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Menurut Trump, Iran menyetujui persyaratan yang diberikan AS.

"Kami sedang dalam negosiasi yang sangat serius dengan Iran untuk perdamaian jangka panjang," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (15/5/2025).

Pembicaraan baru antara negosiator Iran dan AS untuk menyelesaikan program nuklir Iran berakhir di Oman pada 11 Mei lalu. Rencananya ada negosiasi lanjutan setelah Iran bersikeras untuk melanjutkan pengayaan uranium.

Meski para pejabat Iran dan AS menegaskan lebih suka pendekatan diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan nuklir, mereka terbagi dalam beberapa garis merah yang harus dihindari oleh para negosiator guna mencapai kesepakatan baru dan mencegah aksi militer di masa mendatang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Kamis, mengomentari pernyataan Trump yang disampaikan pada Rabu kemarin.

Trump menyebut Iran sebagai kekuatan paling merusak di Timur Tengah. Dia juga membandingkan Iran dengan Arab Saudi, negara Teluk sangat kaya. Keruntuhan dan penderitaan Iran, kata Trump, disebabkan para pemimpinnya.

"Trump merasa dia bisa memberikan sanksi dan mengancam kita, lalu berbicara tentang hak asasi manusia. Semua kejahatan dan ketidakstabilan di kawasan disebabkan oleh mereka," kata Pezeshkian, seraya menambahkan negaranya yang justru menginginkan perdamaian, bukan AS yang suka mengobarkan perang.

Dia juga menolak untuk dibandingkan dengan Arab Saudi sebagai negara Muslim. Iran tak mungkin berperang melawan Saudi.

Trump, lanjut Pezeshkian, ingin memosisikan negara-negara Muslim di satu kotak lalu Iran di kotak lainnya. 

"Dia ingin menciptakan ketidakstabilan di dalam negeri Iran," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut