Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memainkan strategi ganda terhadap Iran. Di satu sisi, Washington membuka pintu negosiasi setelah Teheran menghubungi AS menyusul ancaman serangan militer. Namun di sisi lain, Trump menegaskan opsi paling keras, termasuk intervensi militer, tetap berada di atas meja.
Trump mengungkapkan, pemerintahannya tengah mempertimbangkan secara serius berbagai langkah untuk merespons situasi di Iran, yang dilanda demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan mematikan. Sedikitnya 490 orang tewas sejak unjuk rasa meletus akhir Desember 2025.
“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang menelaah opsi-opsi yang sangat keras. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/1/2026).
Ancaman tersebut disampaikan di tengah kabar bahwa pejabat Iran telah menghubungi Washington untuk menawarkan perundingan. Trump mengonfirmasi pertemuan sedang disiapkan, namun menegaskan pemerintahannya tidak akan menunggu terlalu lama jika situasi memburuk.
Pernyataan ini memperlihatkan pola khas Trump dalam diplomasi, tekanan maksimum diiringi sinyal dialog. Strategi serupa pernah digunakan Trump dalam menghadapi Korea Utara, dengan ancaman militer dibarengi pembukaan jalur diplomatik.