Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putra Khamenei, Mojtaba Hosseini Dilaporkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Advertisement . Scroll to see content

Trump Mendadak Kunjungi Afghanistan untuk Rayakan Thanksgiving dengan Pasukan AS

Jumat, 29 November 2019 - 08:31:00 WIB
Trump Mendadak Kunjungi Afghanistan untuk Rayakan Thanksgiving dengan Pasukan AS
Presiden AS Donald Trump saat mengunjungi pasukan AS di Afghanistan dan makan bersama untuk merayakan Thanksgiving. (FOTO: Olivier Douliery / AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KABUL, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan dadakan ke Afghanistan untuk merayakan hari Thanksgiving dengan tentara Amerika. Dia mengungkapkan pemerintahnya sudah memulai kembali perundingan damai dengan Taliban, dan kelompok itu bersedia menjalankan gencatan senjata.

Kunjungan itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah Trump tiba-tiba menghentikan dialog yang sudah berlangsung setahun antara AS dan Taliban, ketika hampir tercapainya perjanjian mengakhiri perang yang sudah berlangsung 18 tahun.

Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar dua setengah jam, seperti dilaporkan AFP, Jumat (29/11/2019), Trump menghindangkan ayam kalkun kepada pasukan AS di kafetaria. Dia juga berfoto bersama pasukan AS dan menyampaikan pidato di hanggar, serta bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

"Taliban ingin mencapai perjanjian, dan karena itu kita akan menemui mereka. Pada mulanya mereka tidak mau mengadakan gencatan senjata, tapi kini mereka mau," kata Trump, ketika bertemu dengan Ashraf Ghani di Pangkalan Udara Bagram.

"Saya yakin mungkin kali ini akan berhasil, tapi kita lihat sajalah nanti," kata Trump, seperti dikutip Associated Press.

Taliban belum memberikan komentar soal hal itu, padahal di masa lalu mereka menolak seruan gencatan senjata hingga ada perjanjian penarikan pasukan asing dengan AS.

Saat ini ada sekitar 13.00 tentara AS yang masih berada di Afghanistan, 18 tahun setelah AS menyerbu negara itu setelah serangan 11 September 2001.

Ketika berbicara dalam kunjungannya yang pertama ke Afghanistan pada Kamis (28/11/2019, Trump mengulangi harapan akan mengurangi jumlah tentara AS hingga 8.600 orang.

Namun dia mensyaratkan, tindakan lebih lanjut bergantung pada tercapai atau tidaknya perjanjian damai dengan Taliban.

"Kita akan terus berada disana sampai tercapai perjanjian, atau kita bisa menang total. Tapi kini mereka (Taliban) sangat ingin mencapai perjanjian (damai)," ujar Trump.

Rancangan perjanjian damai AS-Taliban dihentikan oleh Trump pada 7 September. Perjanjian itu sedianya akan memulai penarikan bertahap pasukan AS dari Afghanistan.

Taliban kala itu berjanji tidak akan melakukan aksi-aksi teroris dan akan mengadakan perundingan damai dengan pihak-pihak yang terkait di Afghanistan guna mengakhiri permusuhan yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Namun Trump membatalkan perundingan damai itu, karena adanya serangkaian serangan Taliban di ibu kota Kabul yang menewaskan seorang tentara AS.

Usai pertemuan dengan Trump, Presiden Ghani mengatakan sang presiden AS menghargai usaha tanpa lelah yang dilakukan pasukan keamanan Afghanistan melawan Taliban dan kelompok militan terkait ISIS.

"Kedua pihak menggarisbawahi apabila Taliban memang bermaksud mencapai perjanjian damai, mereka harus menerima perjanjian gencatan senjata," kata Ghani.

Perang Afghanistan menewaskan lebih dari 150 ribu orang, termasuk warga sipil, pemberontak, pejuang lokal dan asing, sejak AS dan sekutunya menyerbu Afghanistan 18 tahun lalu.

Jumlah tentara AS yang tewas mencapai lebih dari 2.400 orang, dan perang itu menelan ongkos hampir 1 triliun dolar AS.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut