Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Kembali Ancam Iran: Sesuatu Sangat Buruk Akan Terjadi!
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Pembicaraan Damai dengan Taliban Sudah Mati

Selasa, 10 September 2019 - 07:56:00 WIB
Trump: Pembicaraan Damai dengan Taliban Sudah Mati
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AP Photo/Andrew Harnik)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Taliban sudah mati. Ucapannya ini dikhawatirkan memicu perang, setelah dia membatalkan pembicaraan rahasia dengan pemberontak Afghanistan itu akhir pekan lalu.

"Mereka sudah mati. Sejauh yang saya ketahui, mereka sudah mati," kata Trump di Gedung Putih, merujuk pada upaya jangka panjang mencapai kesepakatan dengan Taliban dan pembebasan pasukan AS setelah perang 18 tahun, seperti dikutip AFP, Selasa (10/9/2019).

Pengumuman itu menyusul pembatalan yang dilakukan Trump atas rencana rahasia menerbangkan para pemimpin Taliban untuk melakukan pembicaraan damai di fasilitas resor kepresidenan di Camp David, di luar Washington.

"Selama empat hari terakhir, kami menghantam musuh kami lebih keras daripada setiap saat dalam 10 tahun terakhir!" cuitnya.

Pada Minggu (8/9/2019), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan," Kami telah membunuh lebih dari 1.000 Taliban hanya dalam 10 hari terakhir."

Sampai akhir pekan ini, ada harapan bahwa AS akhirnya akan mengurangi pasukan di Afghanistan. Sebagai imbalannya, Taliban akan menawarkan jaminan keamanan untuk mengusir kelompok-kelompok ekstremis.

Namun kemudian pada Sabtu (7/9/2019), Trump mengungkapkan dirinya membatalkan pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Taliban dan dirinya sendiri di Camp David.

Dia mengatakan, ini sebagai pembalasan atas kematian seorang tentara AS akibat serangan Taliban lewat ledakan bom Kabul besar pekan lalu.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut