Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tegaskan Tak Perlu Senjata Nuklir Hantam Iran
Advertisement . Scroll to see content

Trump Pertimbangkan Serang Fasilitas Nuklir Iran, Gunakan "Ibu dari Segala Bom"?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:03:00 WIB
Trump Pertimbangkan Serang Fasilitas Nuklir Iran, Gunakan
Donald Trump membuka kemungkinan serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran yang diyakini terkubur jauh di bawah Gunung Pickaxe (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran yang diyakini terkubur jauh di bawah Gunung Pickaxe. Di tengah ancaman tersebut, penggunaan bom konvensional raksasa GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) atau yang dijuluki Ibu dari Segala Bom turut menjadi sorotan.

Trump tidak secara jelas mengonfirmasi apakah militer AS akan mengerahkan MOAB untuk menyerang Iran. Dia hanya menegaskan bahwa bom tersebut bukan senjata nuklir, di tengah pertanyaan mengenai opsi persenjataan yang mungkin digunakan Washington dalam konflik tersebut.

Dalam wawancara dengan Newsmax, dikutip Sabtu (17/10/2026), Trump mengatakan pemerintahannya sedang mencermati Gunung Pickaxe, lokasi yang diyakininya menyimpan fasilitas nuklir Iran di bawah lapisan batuan yang sangat tebal.

"Fasilitas nuklir mereka terkubur di bawah jutaan ton gunung. Saat ini kami sedang mencermati Gunung Pickaxe. Mungkin kami harus ke sana. Kami akan menargetkan lokasi itu dan melumpuhkannya dengan cepat," ujar Trump.

Dia menegaskan AS tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk melumpuhkan Iran. Trump juga menyatakan tidak akan mengerahkan pasukan AS untuk memasuki wilayah daratan Iran.

"Saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu melakukannya," katanya.

Mengenal Bom MOAB, Ibu dari Segala Bom

GBU-43/B MOAB merupakan bom konvensional berdaya ledak sangat besar yang dikembangkan militer AS. Senjata ini dirancang untuk menghasilkan efek ledakan luas terhadap sasaran di permukaan.

MOAB memiliki berat sekitar 21.600 pon atau 9,8 ton dan panjang sekitar 9 meter. Bom tersebut menggunakan sistem pemandu GPS dan dijatuhkan dari pesawat angkut yang dimodifikasi.

Julukan Mother of All Bombs merujuk pada daya ledaknya yang besar. Namun, MOAB bukan bom penghancur bunker yang dirancang khusus untuk menembus lapisan batuan atau beton sangat tebal sebelum meledak.

Karena itu, penggunaan MOAB tidak otomatis menjamin kehancuran fasilitas nuklir yang terkubur jauh di bawah gunung. Efektivitas serangan terhadap sasaran semacam itu bergantung pada kedalaman fasilitas, struktur perlindungannya, serta jenis senjata yang digunakan.

Gunung Pickaxe Jadi Sorotan Trump

Gunung Pickaxe berada di dekat Natanz, salah satu fasilitas pengayaan uranium utama Iran. Lokasi bawah tanah yang terlindungi kuat membuat fasilitas semacam ini menjadi tantangan bagi serangan udara.

Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan kemungkinan menyerang lokasi tersebut untuk melumpuhkan fasilitas nuklir yang diyakininya berada di sana. Namun, dia belum mengumumkan keputusan final mengenai serangan tersebut.

Pernyataan Trump juga belum memastikan bahwa MOAB akan digunakan. Dia hanya menegaskan bahwa bom itu bukan senjata nuklir tanpa menjelaskan apakah militer AS akan mengerahkan senjata tersebut dalam operasi terhadap Iran.

Perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Trump berulang kali menegaskan bahwa pemerintahannya ingin mencegah Iran memiliki senjata nuklir, sementara Teheran selama ini menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut