Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim Iran Setujui Sebagian Besar Rencana Perdamaian AS untuk Akhiri Perang
Advertisement . Scroll to see content

Trump Puji Raja Salman di Tengah Perang Iran: Dia Pemimpin Hebat! 

Senin, 30 Maret 2026 - 07:16:00 WIB
Trump Puji Raja Salman di Tengah Perang Iran: Dia Pemimpin Hebat! 
Donald Trump memuji Raja Salman bin Abduaziz Al Saud sebagai pemimpin luar biasa (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Raja Salman bin Abduaziz Al Saud sebagai pemimpin luar biasa.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada forum tahunan dana kekayaan Arab Saudi, FII Priority di Miami, Florida, AS, di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam pidatonya, Trump mengenang hubungannya dengan Raja Salman. 

“Saya menyukai raja Arab Saudi. Betapa hebatnya dia. Saat saya berkunjung ke sana, kami akrab,” katanya, seraya menambahkan Raja menggandeng tangan untuk membantunya berdiri.

Trump mengatakan, berdasarkan keterangan pejabat Saudi, itu merupakan satu-satunya momen Raja Salman memegang seseorang.

"Saya sampaikan, saya kira dia menyukai saya. Dan dia memang menyukai saya, dan dia masih menyukai saya, dan dia adalah orang hebat untuk menyapa. Dia adalah pria hebat dengan putra yang hebat,” katanya, merujuk pada Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Beralih ke hubungan dengan MBS, Trump mengatakan sang putra mahkota mengatakan kepadanya bahwa AS setahun lalu merupakan "negara mati". Namun kini berubah menjadi negara paling hot di dunia.

Trump sebelumnya menyebut MBS mendorong AS untuk menyerang Iran. 

“Dia seorang pejuang. Ngomong-ngomong, dia berjuang bersama kita,” katanya.

Surat kabar The New York Times, mengutip sumber pejabat AS, melaporkan MBS mendesak Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.  Disebutkan, Iran hanya bisa dihancurkan melalui perubahan rezim.

Namun pemerintah AS membantah laporan itu dengan mengatakan mendukung penyelesaian damai atas konflik di Timur Tengah, bahkan sejak sebelum konflik dimulai.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut