Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Trump Sebut Kekuatan Militer AS Dikerahkan ke Iran Lebih Besar daripada Venezuela

Rabu, 28 Januari 2026 - 03:10:00 WIB
Trump Sebut Kekuatan Militer AS Dikerahkan ke Iran Lebih Besar daripada Venezuela
Donald Trump mengungkap kekuatan militer AS yang dikerahkan ke sekitar Iran jauh lebih besar dibandingkan armada saat menyerang Venezuela (Foto: US Navy)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap, kekuatan militer AS yang dikerahkan ke sekitar Iran jauh lebih besar dibandingkan armada yang digunakan saat menyerang Venezuela pada awal bulan ini. Pernyataan itu mengisyaratkan keseriusan opsi militer AS terhadap Teheran.

Dalam wawancara dengan portal berita Axios, Trump menegaskan opsi serangan terhadap Iran masih terbuka meski pemerintahannya tengah mencoba membuka jalur negosiasi.

Trump secara eksplisit membandingkan skala kekuatan militer AS yang disiagakan untuk Iran dengan operasi di Venezuela.

“Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar daripada Venezuela,” kata Trump, kepada Axios, dikutip Selasa (27/1/2026).

Namun hingga kini belum ada keputusan final terkait langkah militer yang akan diambil. Trump masih memerlukan konsultasi lanjutan dengan para penasihatnya sebelum menentukan sikap akhir terhadap Iran, yang kemungkinan diputuskan akhir pekan ini.

Di sisi lain, Trump mengklaim Iran justru tengah berupaya membuka dialog untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Menurutnya, Teheran telah berulang kali menghubungi pihak AS untuk meminta pertemuan.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara,” ujar Trump.

Situasi ini menempatkan Iran pada posisi tertekan, di satu sisi menghadapi ancaman kekuatan militer AS yang disebut lebih besar dari operasi Venezuela, sementara di sisi lain didorong untuk segera mencapai kesepakatan guna menghindari eskalasi konflik terbuka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut