Trump Semangati Pendukung Pasca-Penembakan: Tekad Saya Semakin Kuat!
MIAMI, iNews.id - Donald Trump mengirim pesan singkat kepada para pendukungnya usai percobaan pembunuhan yang dialaminya. Trump lolos dari apa yang disebut oleh FBI sebagai percobaan pembunuhan di resor golf pribadinya di West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (15/9/2024).
Polisi menangkap seorang pria, Ryan Wesley Routh (58), serta senapan serbu AK-48, dua tas ransel, serta kamera GoPro. Routh ditangkap setelah berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian menggunakan mobil SUV.
"Tekad saya semakin kuat setelah percobaan pembunuhan kembali. Terima kasih atas dukungan Anda. Persatuan. Perdamaian. MAGA," katanya, merujuk pada slogan kampanye Make America Great Again, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (16/9/2024).
Sejauh ini Trump belum mengumumkan perubahan agenda kegiatan pasca-penembakan. Berdasarkan jadwal, Trump akan hadir secara live di media sosial X pada Senin malam waktu setempat untuk meluncurkan platform kripto milik putranya. Acara itu dia hadiri dari resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida.
Penembakan di Rumah Florida, Trump: Saya Aman dan Sehat!
Tak lama setelah penembakan, Trump juga langsung muncul secara online menegaskan dirinya selamat dan dalam kondisi sehat. Penembakan terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Saat itu posisi Trump berada sekitar 360-450 meter dari pelaku.
Donald Trump Sebut AS Bisa Perang dengan Rusia jika Kamala Harris Jadi Presiden
"Ada suara tembakan di sekitar saya, tapi sebelum rumor mulai menyebar tak terkendali, saya ingin Anda dengar ini terlebih dahulu, saya aman dan sehat!" kata Trump.
Capres AS dari Partai Republik itu menegaskan tak gentar dengan kejadian ini dan akan tetap melanjutkan aktivitas kampanyenya untuk Pilpres AS 2024.
"Tidak ada yang akan menghambat saya. Saya tidak akan pernah menyerah," katanya, menegaskan.
Penembakan ini terjadi hampir 2 bulan setelah serangan oleh Thomas Matthew Crooks (20) terhadap Trump. Dia ditembak dari jarak sekitar 150 meter saat berkampanye di Butler, Pensylvania. Akibatnya presiden ke-45 AS itu menderita luka ringan di telinga kanan.
Editor: Anton Suhartono