Trump Sempat Khawatir Operasi ke Venezuela Gagal, Singgung Tragedi di Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan kekhawatirannya operasi militer ke Venezuela pada 3 Januari lalu gagal. Dia membandingkan dengan misi ke Iran pada masa pemerintahan Presiden Jimmy Carter pada 1980 yang gagal.
Operasi militer ke Iran berlangsung pada 24 April 1980 untuk menyelamatkan 52 sandera AS yang ditahan di Iran. Helikopter militer AS kemudian bertabrakan dengan pesawat di gurun. Tragedi tersebut menodai warisan Carter. Sejak itu militer AS membentuk pasukan operasi khusus yang jauh lebih siap.
Akibat kegagalan misi tersebut, pemerintahan Carter berikutnya hancur.
"Saya tidak tahu apakah dia bisa memenangkan pemilu... tapi dia jelas tidak punya peluang setelah tragedi itu," kata Trump, kepada surat kabar The New York Times.
Trump menolak untuk menjelaskan secara rinci apa yang mendorongnya mengirim pasukan untuk menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Dia hanya mengatakan AS memiliki hubungan sangat baik dengan pemerintahan Venezuela saat ini yang dipimpin Delcy Rodriguez.
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Saya benar-benar tidak ingin memberi tahu Anda, tapi mereka memperlakukan kami dengan sangat hormat. Seperti yang Anda ketahui, kami berhubungan dengan sangat baik dengan pemerintahan saat ini," kata Trump.