Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wamenlu Ungkap Komite Board of Peace bakal Diisi Teknokrat Palestina
Advertisement . Scroll to see content

Trump Serukan Tekad Baru, Klaim Tembok Perbatasan Mulai Dibangun

Jumat, 01 Februari 2019 - 08:20:00 WIB
Trump Serukan Tekad Baru, Klaim Tembok Perbatasan Mulai Dibangun
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: DON EMMERT/AFP/GETTY IMAGES)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyuarakan tekadnya pada Kamis (31/1/2019), untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan dengan Meksiko. Dia mengatakan pembangunan tembok itu akan terwujud, bahkan jika anggota parlemen tidak memberinya dana untuk membangunnya.

Mengomentari soal tembok penghalang itu, Trump berpendapat Partai Republik di Kongres yang sedang memperjuangkann pendanaan tembok membuang-buang waktu, karena meskipun ada bukti bahwa imigran ilegal terus berdatangan, Demokrat yang beroposisi tidak akan memberi dana untuk membangun dinding yang sangat dibutuhkan.

Tetapi dia mengatakan kepada sejawat-sejawatnya dari Partai Republik agar jangan khawatir.

"Saya bisa melakukan itu. Tembok sudah mulai dibangun, saya tidak mengharapkan banyak bantuan!" kata Trump, seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (1/2/2019).

Lewat Twitter, Trump menyatakan tembok sudah mulai dibangun di perbatasan; dan renovasi terhadap dinding yang sudah berdiri sedang dilakukan.

"Sebagian besar tembok sudah dibangun dengan lebih baik, sedang direkonstruksi atau siap untuk dibangun. Renovasi tembok yang ada juga merupakan bagian yang sangat besar dari rencana untuk, akhirnya, setelah beberapa dekade, mengamankan perbatasan kita dengan baik," cuit Trump.

Sebuah panel Kongres bipartisan melangsungkan pembicaraan pada Rabu (30/1) terkait keamanan perbatasan dan permintaan Trump untuk mendanai pembiayaan tembok senilai 5,7 miliar dolar AS.

Penolakan Kongres untuk meloloskan anggaran itu menyebabkan pertikaian yang menyebabkan penutupan sebagian kantor pemerintahan selama 35 hari, yang baru berakhir pada pekan lalu.

Kesepakatan Trump dengan Kongres untuk membuka kembali kantor pemerintahan sampai 15 Februari itu memberi Kongres waktu sekitar dua pekan lagi untuk mencapai kesepakatan tentang pendanaan keamanan perbatasan.

Demokrat tampaknya menyetujui permintaan Trump untuk pendanaan keamanan perbatasan senilai 5,7 miliar dolar AS, seperti pengetatan pengawasan di pintu masuk perbatasan dan peningkatan penggunaan teknologi untuk memantau perbatasan.

Namun ketika pembicaraan dimulai, faksi Demokrat tidak menawarkan dana untuk biaya pembangunan tembok yang diminta Trump.

Trump, seperti yang sering dia lakukan, mengklaim secara keliru bahwa sebagian besar tembok yang dimintanya itu sedang dalam proses pembangunan. AS selama ini sedang memperbaiki penghalang-penghalang perbatasan yang sudah ada, yang menurut Trump merupakan bagian sangat besar dari rencananya untuk secara memadai mengamankan perbatasan.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut