Trump Tegaskan Belum Akan Serang Iran saat Ini
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump menegaskan tidak punya rencana untuk menyerang Iran saat ini, pernyataan terbaru di tengah spekulasi serangan besar-besaran AS-Israel usai pemilu paruh waktu.
Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris Financial Times (FT), Trump menyebut sikap AS terhadap Iran sebagai "situasi yang brilian". Dia merasa puas dengan tekanan AS yang diberlakukan saat ini terhadap Iran.
"Sepertinya kita sudah mendapatkan semua yang kita inginkan," ujarnya, dikutip Rabu (4/11/2026).
Saat ditanya mengenai pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengindikasikan serangan terhadap Iran bisa berlangsung akhir pekan ini, Trump mengatakan pasukan AS tetap siap siaga, namun menegaskan tindakan pendekatan militer mungkin tidak diperlukan saat ini.
"Saya siap, kami siap. Kami siap siaga jika perlu, tapi mungkin tidak ada alasan untuk itu (menyerang Iran)," katanya.
Sebelumnya sumber pejabat keamanan senior Iran mengancam akan melancarkan pembalasan lebih luas jika negaranya kembali diserang AS dan Israel, terutama jika menewaskan pejabat atau warga sipilnya.
Pejabat itu mengatakan kepada kantor berita Fars, pembalasan tersebut dapat mencakup kepentingan AS lebih luas, termasuk aset-aset politik.
Dia juga mengancam akan menargetkan infrastruktur negara-negara di Timur Tengah yang membantu serangan AS.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya juga mengancam akan memutus tujuh kabel internet bawah laut yang membentang di dasar Selat Hormuz.
Iran memperkirakan AS dan Israel akan melancarkan serangan baru pasca-pemilu paruh waktu pada 3 November.
Para pemimpin politik dan intelektual Iran menyimpulkan, kebijakan AS di Timur Tengah banyak dipengaruhi oleh Israel. Menurut pandangan mereka, Israel berupaya mencegah Washington mencari penyelesaian diplomatik dan mendorong penggunaan kekuatan militer.
Editor: Anton Suhartono