Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Rudal Iran Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz, 8 Marinir Luka termasuk Perwira
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ubah Selat Hormuz Gunakan Namanya setelah Tolak Proposal Iran

Selasa, 29 September 2026 - 12:43:00 WIB
Trump Ubah Selat Hormuz Gunakan Namanya setelah Tolak Proposal Iran
Trump mengunggah gambar di akun Truth Social peta Selat Hormuz diubah namanya menjadi Selat Trump (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Iran menawarkan rencana konkret untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 7 hari. Namun, tawaran tersebut ditolak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Tak lama setelah penolakan itu dilaporkan, Trump mengunggah gambar di akun Truth Social menampilkan peta Selat Hormuz. Dalam gambar tersebut, kawasan selat dilingkari dan diberi label "Selat Trump".

Tawaran Iran disampaikan pada Jumat (25/9/2026) di tengah perang dengan AS. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap memulihkan jalur pelayaran normal dalam tujuh hari jika sejumlah syarat yang diajukan dipenuhi.

“Iran telah menyampaikan kepada Amerika Serikat, melalui (mediator) Qatar, rencana konkret 7 hari. Jika syarat-syarat yang diperlukan dipenuhi, selat tersebut bisa dibuka kembali, dan jalur pelayaran normal dapat dipulihkan dalam waktu 7 hari,” kata Araghchi, di sela Sidang Umum PBB, seperti dikutip AFP.

Iran antara lain meminta pencabutan blokade maritim dan pencairan aset yang dibekukan sebagai bagian dari persyaratan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Araghchi menegaskan, keputusan selanjutnya berada di tangan Washington. Dia juga mengatakan Iran tidak akan menerima tekanan dalam bentuk pemaksaan, ancaman, maupun intimidasi.

“Pilihan sekarang ada di tangan AS. Iran tidak menerima pemaksaan, ancaman, atau intimidasi, dan tidak akan menyerahkan hak kedaulatan di bawah tekanan," ujarnya.

Beberapa jam setelah pernyataan Araghchi, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan Trump menolak proposal Iran tersebut.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa Trump skeptis Iran akan memenuhi tuntutan yang diajukannya. Mereka juga menyebut masih ada kemungkinan AS melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik karena merupakan jalur pelayaran. penting bagi pasokan energi global. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada perdagangan energi internasional.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut