Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Turis 76 Tahun Asal Jepang Tewas saat Mendaki Uluru di Australia

Rabu, 04 Juli 2018 - 09:35:00 WIB
Turis 76 Tahun Asal Jepang Tewas saat Mendaki Uluru di Australia
Salah satu ikon wisata Australia, Uluru, yang berada di Australia Tengah. (Foto: Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Seorang turis Jepang tewas saat mendaki salah satu ikon wisata Australia, Uluru, Selasa (4/7/2018). Dia menjadi orang ke-37 yang tewas di kawasan di Australia Tengah tersebut.

Pria berusia 76 tahun itu jatuh saat sudah setengah jalan pendakian dan nyawanya tak dapat ditolong. Polisi Northern Territory menyatakan kematian pria itu tidak dianggap sebagai hal mencurigakan.

Polisi menyebut pria itu mencoba mendaki salah satu bagian namun terjatuh dan kehilangan kesadaran sekitar 16.00. Petugas taman wisata menjadi orang pertama yang tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.

Dia kemudian diterbangkan dengan helikopter ke klinik kesehatan di Kota Yulara, namun tidak bisa diselamatkan.

"Sebuah helikopter dikerahkan untuk mengangkat turis tersebut dan membawanya ke klinik Yulara, namun dia akhirnya meninggal," kata Superintendent Shaun Gill.

Lebih dari 250.000 orang mengunjungi wilayah tersebut, yang sebelumnya dikenal sebagai Ayers Rock, setiap tahun. Kematian paling baru tercatat terjadi pada 2010.

Sejak 1950, setidaknya 37 orang tewas dalam pendakian. Rencananya turis akan dilarang mendaki Uluru per Oktober 2019.

Menurut pihak berwenang, hanya 16 persen pengunjung ang melakukan pendakian antara 2011 dan 2015.

Etnis Aborigin Australia sudah sejak lama meminta pengunjung untuk tidak mendaki gunung batu raksasa itu karena merupakan lokasi suci.

Pada 2017, dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta memilih dengan suara bulat untuk melarang pendakian karena faktor budaya. Pendakian ke kawasan bebatuan yang dianggap sakral bagi warga Aborijin itu akan dilarang mulai tahun depan, setelah adanya keputusan dari Badan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta .

Sebuah pernyataan yang tertulis di situs web berbunyi, "Terlalu banyak orang tewas ketika mencoba mendaki Uluru. Banyak orang lain yang terluka saat mendaki."

"Kami merasa sangat sedih ketika seseorang meninggal atau terluka di tanah kami," demikian isi pernyataan itu.

Pelarangan pendakian akan dimulai 26 Oktober 2019, yang bertepatan dengan 34 tahun pengembalian Uluru kepada pemilik tradisional.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut