Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Advertisement . Scroll to see content

Turki Akan Kirim Pasukan ke Nagorno-Karabakh Jika Diminta Azerbaijan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:41:00 WIB
Turki Akan Kirim Pasukan ke Nagorno-Karabakh Jika Diminta Azerbaijan
Foto Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay. Dia memastikan dukungan Turki pada Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh. (foto: Hurriyet)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki menegaskan komitmennya mendukung Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh. Ankara akan mengirimkan pasukannya jika ada permintaan langsung dari Azerbaijan.

Pernyataan itu dilontarkan Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, dalam wawancara dengan jaringan telivisi CNN Turk, Rabu (21/10/2020). Dalam kesempatan itu, Oktay juga mengkritik kelompok Minsk OSCE yang beranggotakan Prancis, Russia, dan Amerika Serikat.

Oktay menyebut kelompok itu sebagai penghalangan solusi konflik Nagorno-Karabakh karena berusaha menjaga agar konflik tidak terselesaikan dengan cara mendukung Armenia.

Turki bikin konflik sulit berakhir 

Sebelumnya, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan menyebut pembicaraan diplomatik dengan Azerbaijan terkait konflik Nagorno-Karabakh sulit terwujud karena keterlibatan Turki. Oleh karena itu, Pashinyan meminta warga Armenia bersiap menjadi sukarelawan perang.

Sejak pertempuran separatis Armenia dan militer Azerbaijan meletus awal bulan ini, Yerevan menuduh Turki berada di belakang Azerbaijan dengan mengirimkan bantuan persenjataan serta pengerahan pejuang Suriah.

Dalam dua kesempatan gencatan senjata, atmosfer pertempuran masih terasa. Sejumlah ledakan dan kehancuran masih sering terjadi baik di wilayah Nagorno-Karabakh maupun Armenia dan Azerbaijan.

Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai wilayah Azerbaijan, namun pemerintahan wilayah itu dikuasai oleh etnis Armenia yang melepaskan diri dalam perang tahun 1990-an. Saat itu, perang menewaskan setidaknya 30.000 orang.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut