Turki Peringatkan AS, Iran Bisa Lebih Nekat jika Diserang Kembali
ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa serangan militer lanjutan terhadap Iran justru berpotensi memicu langkah yang lebih nekat dari Teheran.
Menteri Luar Negeri Turki (Menlu) Hakan Fidan menegaskan, Iran juga bisa bereaksi dengan langkah-langkah yang sulit diprediksi jika kembali diserang, alih-alih tunduk pada tekanan militer. Oleh karena itu, Turki menolak pendekatan kekerasan sebagai solusi krisis Iran-AS.
Pernyataan itu disampaikan saat Iran dan AS bersiap melanjutkan putaran negosiasi nuklir berikutnya, menyusul pertemuan kedua negara di Oman pada Jumat pekan lalu.
"Rezim yang ada mungkin memilih untuk mengambil keputusan jauh lebih radikal atau mungkin berusaha untuk memperbaiki situasi. Negara itu bisa berubah," tuturnya, kepada CNN Turki, dikutip Kamis (12/2/2026).
Iran Mulai Operasikan Rudal Balistik Khorramshahr-4, Peringatan untuk AS dan Israel
Dia menambahkan, serangan mungkin hanya melemahkan pemerintahan Iran, tidak menghancurkan rezim. Dampak dari melemahnya pemerintahan, layanan terhadap rakyat menjadi berkurang.
Menurut Fidan, rezim Iran tak akan mudah digulinglan, bahkan perlawanan akan semakin nekat.
Trump Ancam Iran Lagi: Capai Kesepakatan atau Kami Lakukan Sesuatu Sangat Keras!
Isu Iran, lanjut Fidan, kini sangat mendominasi agenda internasional dan berpotensi memicu instabilitas baru di Timur Tengah. Turki menegaskan kawasan tersebut tidak boleh kembali menjadi medan perang.
“Presiden kami Recep Tayyip Erdogan menunjukkan kepekaan maksimal terhadap isu ini. Turki akan menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk mencegah pecahnya perang,” katanya.
Fidan juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memberikan pengarahan langsung kepada Turki terkait hasil negosiasi nuklir dengan AS. Selain itu, Ankara juga menjalin komunikasi dengan Washington untuk meredam eskalasi.
Editor: Anton Suhartono