Turki: Sudah saatnya Penyelidikan Internasional untuk Kasus Khashoggi
ANKARA, iNews.id - Kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 hingga kini masih misterius.
Arab Saudi memang sudah memulai sidang kasus pembunuhan dengan menyeret 11 terdakwa, lima di antaranya terancam hukuman mati karena keterlibatan mereka secara langsung. Namun Saudi masih menutup banyak hal dari kasus ini, termasuk identitas para pelakunya.
Untuk itu desakan agar kasus ini diselesaikan melalui penyelidikan internasional yang independen pun mengemuka.
Dalam wawancara dengan radio Turki, A Haber, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan sudah saatnya digelar penyelidikan internasional.
Menurut dia, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga memerintahkan persiapan untuk membawa kasus ini ke tingkat internasional. Pelapor khusus PBB, lanjut dia, akan datang ke Turki.
Sebelumnya saat mengenang 100 hari kematian Khashoggi, lembaga hak asasi manusia (HAM) Amnesty International juga menyerukan penyelidikan internasional.
"Kami sekali lagi menyerukan penyelidikan internasional di bawah otoritas PBB atas pembunuhan Jamal Khashoggi," kata Goksu Ozahishali, salah seorang perwakilan Amnesty International Turki.
"Kami menuntut keadilan bagi Jamal Khashoggi yang berjuang untuk kebebasan berekspresi di dunia Arab," kata Ozahishali lagi.
Beberapa misteri belum terungkap pascapembunuhan sadis itu, termasuk keberadaan jasad Khashoggi.
Editor: Anton Suhartono