Turki Usul Israel Diusir dari PBB
ANKARA, iNews.id - Turki kembali melontarkan sikap keras terhadap Israel atas agresinya di Jalur Gaza. Dalam sidang darurat parmenen, ketua parlemen Turki Numan Kurtulmus menyerukan agar keanggotaan Israel di organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ditangguhkan hingga negara itu menghentikan praktik genosida terhadap rakyat Palestina.
Usulan tersebut menjadi bagian dari sikap tegas Ankara yang menilai Israel telah menyeret Timur Tengah ke dalam krisis besar dan mengancam perdamaian dunia.
Parlemen Turki mengadopsi mosi parlemen mengutuk perluasan pendudukan Israel di Gaza serta praktik genosida terhadap warga Palestina.
Majelis Umum Turki bersidang di bawah pimpinan Kurtulmus untuk sesi luar biasa guna membahas serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Setelah menandatanganinya, Kurtulmus membacakan resolusi tersebut di hadapan majelis.
Kebijakan penjajahan, penghancuran, dan pencaplokan Israel selama puluhan tahun terhadap rakyat Palestina telah berubah menjadi genosida selama 2 tahun terakhir.
"Pemerintahan Netanyahu pelaku genosida (telah) dengan sengaja membuat rakyat Gaza kelaparan," katanya, seraya menyebut Israel mengurung penduduk Gaza dalam penjara kematian.
Israel, lanjut Kurtulmus, terus melanjutkan pembantaian dan penindasan yang telah menewaskan hampir 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 150.000 orang lainnya.
Resolusi tersebut menyebutkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan lingkarannya belum puas dengan kekekejian tersebut serta meningkatkan upaya untuk melenyapkan warga Palestina dengan mencaplok semua wilayah Palestina, termasuk Gaza.
Resolusi tersebut juga menyatakan, selain Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), tidak ada badan global yang bertindak untuk menghentikan pembantaian oleh Israel.
Namun, resolusi tersebut menambahkan, sisi positifnya adalah beberapa negara, yang sebelumnya diam atau mendukung Israel, kini mengakui Palestina dan mengadopsi langkah-langkah boikot terhadap Israel.
Resolusi tersebut menggambarkan kondisi tersebut sebagai keberhasilan besar hati nurani umat manusia.
Parlemen Turki juga mendesak aksi global melawan Israel serta pengakuan yang lebih luas atas negara Palestina
“Kami mendesak agar keanggotaan Israel di PBB dan badan internasional lainnya ditangguhkan hingga Israel menghentikan kebijakan genosidanya,” demikian bunyi resolusi parlemen Turki, seraya menyerukan semua parlemen memutus hubungan militer dan perdagangan dengan Israel serta berupaya mencabut embargo yang diberlakukan terhadap Palestina.
Resolusi tersebut juga menyerukan kelanjutan solusi dua negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan dalam kesempatan yang sama menuduh Israel melakukan genosida di Gaza selama 2 tahun terakhir. Dia menyebut kekejaman Israel di Gaza telah menorehkan salah satu babak paling kelam dalam sejarah manusia.
Sebagai bentuk protes nyata, Turki telah memutus semua hubungan perdagangan dengan Israel, menutup wilayah udara bagi pesawat Israel, serta melarang kapal Israel berlabuh di pelabuhan-pelabuhan Turki.
Ankara juga menolak keras setiap rencana pengusiran warga Palestina dari Gaza yang disebutnya ilegal.
Fidan menekankan, perjuangan rakyat Palestina akan menjadi simbol global bagi bangsa-bangsa tertindas.
“Perlawanan Palestina akan mengubah arah sejarah serta mengguncang fondasi tatanan dunia yang sedang runtuh,” katanya.
Editor: Anton Suhartono