Ukraina Desak Israel Kirim Iron Dome untuk Tangkis Rudal Rusia, Mungkinkah Dipenuhi?
TEL AVIV, iNews.id - Ukraina kembali mendesak Israel mengirim beberapa sistem pertahanan Iron Dome untuk menangkis serangan udara Rusia. Permintaan itu disampaikan Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk dalam wawancara dengan media di Tel Aviv, Selasa (7/6/2022).
“Kami membutuhkan bantuan teknis militer. Kami butuh Iron Dome. Itu memungkinkan kami untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari tembakan rudal Rusia," kata Korniychuk, seperti dilaporkan kembali Sputnik, Rabu (8/6/2022).
Dia yakin Amerika Serikat (AS), selaku sekutu dekat Israel sekaligus penyandang dana Iron Dome, tidak akan menghalangi pengiriman senjata tersebut.
Lebih lanjut dia mengkritik pemerintah Israel yang sampai saat ini tidak mengirim peralatan untuk militer Ukraina.
Rusia Pulangkan 210 Jenazah Tentara Ukraina, Sebagian Besar Tewas dalam Perang Mariupol
"Saya ingin pemerintah Israel keluar dari zona nyaman dan kembali pada kenyataan. Kami tidak memohon bantuan Anda. Kami yakin, secara moral, Israel harus ambil bagian bersama negara Barat lainnya, membantu Ukraina dengan segala cara yang bisa," ujarnya.
Israel sejauh ini hanya memberikan bantuan tidak mematikan ke Ukraina. Bantuan pertama dan satu-satunya diserahkan bulan lalu yakni 2.000 helm serta 500 rompi antipeluru untuk pekerja darurat sipil. Selain itu Israel mengirim sekitar 100 ton bantuan kemanusiaan dan mengoperasikan rumah sakit lapangan selama beberapa pekan.
Ukraina Dapat Senjata Canggih dari Inggris, Zelensky: Terima Kasih PM Johnson!
Pekan lalu, Israel menolak permintaan AS untuk memberikan izin kepada Jerman mengirim rudal anti-tank Spike ke Ukraina. Rudal buatan Israel itu dibuat di Eropa atas lisensi.
Terdesak Hadapi Rusia, Presiden Ukraina Minta Sistem Pertahanan Iron Dome dari Israel
Sangat kecil kemungkinan Israel mengirim Iron Dome ke Ukraina. Negara Yahudi itu sangat selektif dalam membagikan Iron Dome, bahkan enggan membagi kode sumbernya kepada Angkatan Darat AS. Saat AS membeli dua baterai Iron Dome pada 2020, para ahli Israel harus datang ke Negeri Paman Sam untuk mengaktifkan perangkat tersebut, termasuk mengintegrasikannya dengan sistem pertahanan udara AS lainnya.
Jika Israel mengirim Iron Dome ke Ukraina maka para ahlinya kemungkinan besar juga berangkat untuk mengaktifkan sistem. Ini jelas akan menimbulkan ketegangan terbuka antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan pasukan Rusia yang tampaknya berusaha dihindari Israel.
Presiden Zelensky Minta Israel Kirim Iron Dome ke Ukraina, Begini Respons Tel Aviv
Iron Dome dikembangkan oleh Rafael dan radarnya oleh Elbit Systems. Keduanya merupakan perusahaan pertahanan Israel. Setiap peluncur Iron Dome menampung 20 rudal Tamir, dikembangkan oleh Raytheon, yang terhubung nirkabel ke satu pusat komando. Setiap baterai Iron Dome terdiri atas dua sampai tiga peluncur yang bisa melindungi area sekitar 150 kilometer persegi.
Editor: Anton Suhartono