Ukraina Makin Pede Dapat Senjata Canggih dari AS, Ancam Serang Wilayah Rusia
KIEV, iNews.id - Ketua Dewan Kamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov mengancam akan menyerang wilayah Rusia jika perlu. Dia menegaskan militernya memantau setiap wilayah di Rusia yang digunakan sebagai tempat peluncuran rudal untuk menyerang Ukraina.
Pemerintahan di Kiev, kata dia, memiliki keinginan politik yang cukup untuk memerintahkan serangan terhadap target-target di Rusia jika diperlukan.
"Jika diperlukan, siapa pun (dalam pemerintahan) akan bertindak tanpa ragu-ragu dan meneken apa pun yang perlu ditandatangani untuk menghancurkan alat-alat ini," kata Danilov.
Dia menambahkan, pernyataan Presiden Volodymyr Zelensky yang menyinggung soal upaya pembalasan terhadap lokasi-lokasi di Rusia yang menjadi tempat penyerangan, merupakan bukti tekad kuat dari pemerintah.
Rusia Akui Ingin Singkirkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Sebelumnya, beberapa pejabat Ukraina mengatakan tentara Ukraina mungkin akan menyerang Semenanjung Krimea atau Jembatan Krimea, rute pasokan utama bagi pasukan Rusia.
Giliran Ukraina Klaim Hancurkan 50 Gudang Senjata Rusia Pakai Roket HIMARS Buatan AS
Juru bicara intelijen militer Ukraina, Vadim Skibitskiy, mengatakan Krimea masuk dalam jangkauan serang sistem roket M142 HIMARS dan M270 MLRS yang dipasok Amerika Serikat (AS) dan negara Barat.
Sementara itu Rusia mengingatkan, Ukraina akan membayar mahal jika menyerang Krimea. Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, pada pertengahan Juli, bahkan mengatakan negaranya mungkin akan membalasnya dengan serangan besar-besaran menargetkan kepemimpinan Ukraina.
Rudal-Rudal Rusia Bombardir Gudang Roket HIMARS Ukraina
AS sejauh ini belum mengirim rudal balistik taktis yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer kepada Ukraina. Rudal semacam itu bisa diluncurkan dari sistem HIMARS.
Mesiki demikian, Juru bicara militer Republik Rakyat Donetsk (DPR), Eduard Basurin, mengatakan tentara Ukraina mungkin telah menerima rudal tersebut. Pasukannya menemukan puing-puing amunisi dengan jangkauan 110 hingga 120 km, yang berarti Ukraina sangat mumgkin sudah mulai mendapatkan rudal berjangkauan hingga 300 km.
Editor: Anton Suhartono