Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jebol Tembok Beton, Perampok Bobol Bank di Jerman Gasak Rp587 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Umat Yahudi di Jerman Diminta Tak Pakai Kippah di Tempat Umum

Senin, 27 Mei 2019 - 11:06:00 WIB
Umat Yahudi di Jerman Diminta Tak Pakai Kippah di Tempat Umum
Peci -atau kippah- penutup kepala yang biasa dikenakan oleh laki-laki Yahudi. (FOTO: GETTY IMAGES)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Komisioner anti-Semitisme pemerintah Jerman meminta umat Yahudi untuk tidak mengenakan peci di tempat umum.

Felix Klein memperingatkan warga Yahudi agar tidak mengenakan kippah (peci tradisional Yahudi) di beberapa daerah, setelah meningkatnya anti-Semitisme.

Pemerintah Jerman mencatat adanya peningkatan tajam jumlah pelanggaran hukum dengan motif anti-Semit pada tahun lalu.

Angka resmi menunjukkan, 1.646 kejahatan rasial terhadap Yahudi dilakukan pada 2018 — meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

Serangan fisik terhadap Yahudi di Jerman juga meningkat pada periode yang sama, dengan 62 insiden kekerasan tercatat, naik dari 37 pada 2017.

Berbicara kepada surat kabar Handelsblatt, Menteri Kehakiman Katarina Barley mengatakan peningkatan kejahatan anti-Semit memalukan.

Apa yang dikatakan Klein?

"Saya tidak bisa menyarankan kepada warga Yahudi untuk mengenakan peci setiap saat di mana-mana di Jerman," katanya, kepada surat kabar Funke, seperti dikutip BBC, Senin (275/2019).

Klein berpendapat, berkurangnya pengendalian diri dan kesopanan masyarakat mungkin berada di balik lonjakan kejahatan anti-Semit.

"Internet, media sosial, dan serangan terus-menerus terhadap budaya mengenang masa lalu kita mungkin merupakan faktor yang berkontribusi," ujarnya.

Dia juga meminta petugas polisi, guru, dan pengacara untuk mendapatkan pelatihan yang menjelaskan terkait apa yang dibolehkan dan apa yang tidak ketika berurusan dengan anti-Semitisme.

Komentar Klein muncul beberapa pekan setelah pakar hukum terkemuka tentang anti-Semitisme di Jerman mengatakan bahwa prasangka terhadap Yahudi masih "mengakar" dalam masyarakat Jerman.

"Anti-Semitisme selalu ada di sini. Tetapi saya pikir baru-baru ini kembali menjadi lebih lantang, lebih agresif, dan mencolok," kata Claudia Vanoni, kepada kantor berita AFP.

Bagaimana tanggapan Presiden Israel?

Presiden Israel Reuven Rivlin mengaku terkejut akan peringatan Klein dan menganggapnya sebagai "penyerahan diri terhadap anti-Semitisme".

"Kami tidak akan pernah menyerah, tidak akan pernah menundukkan pandangan kami, dan tidak akan pernah bereaksi terhadap anti-Semitisme dengan mengaku kalah, dan mengharapkan serta menuntut sekutu kami untuk bertindak dengan cara yang sama," kata dia.

Dia juga mengakui posisi moral pemerintah Jerman dan komitmennya terhadap komunitas Yahudi.

Kenapa anti-Semitisme meningkat?

Kelompok-kelompok Yahudi memperingatkan bahwa meningkatnya popularitas kelompok-kelompok ekstrem kanan memelihara anti-Semitisme dan kebencian terhadap minoritas lain di seluruh Eropa.

Sejak 2017, partai ekstrem kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) menjadi partai oposisi utama negara tersebut. AfD secara terbuka menentang imigrasi namun partai tersebut menyangkal kalau mereka memiliki pandangan anti-Semit.

Bagaimanapun, sejumlah komentar dari politisi mereka, termasuk komentar tentang Holokaus, menuai kritik dari kelompok Yahudi dan politisi lainnya.

Tahun lalu, survei terhadap ribuan orang Yahudi di Eropa mengungkapkan bahwa banyak yang semakin khawatir akan anti-Semitisme.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut