Update Korban Gempa Venezuela: 920 Orang Tewas, 3.360 Luka
CARACAS, iNews.id - Korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia dan 3.360 lainnya luka-luka.
Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu mencari korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan, dilansir dari BBC, Sabtu (27/6/2026).
Gempa berkekuatan hingga magnitudo 7,5 yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) lalu menjadi salah satu guncangan terkuat yang melanda Venezuela dalam hampir satu abad terakhir. Gempa tersebut merobohkan puluhan bangunan, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas publik di wilayah utara Venezuela, termasuk ibu kota Caracas.
Wilayah La Guaira, yang berada di utara Caracas, menjadi daerah dengan dampak terparah. Kawasan tersebut merupakan lokasi salah satu pelabuhan utama Venezuela serta Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengatakan jumlah korban tewas telah mencapai 920 orang. Selain itu, sedikitnya 172 orang diperkirakan masih terjebak di reruntuhan.
Di La Guaira saja, tim penyelamat berhasil mengevakuasi sedikitnya 243 orang dalam keadaan selamat. Ratusan petugas penyelamat dari berbagai negara juga telah tiba di Venezuela untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan setiap korban yang berhasil diselamatkan menjadi harapan bagi keluarga mereka.
"Puluhan orang telah diselamatkan dalam keadaan hidup. Hal itu memberi kami sukacita karena mereka dapat kembali memeluk keluarga dan orang-orang terkasih," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Dia juga mengungkapkan sejak gempa utama terjadi, telah tercatat sedikitnya 214 gempa susulan yang semakin menyulitkan proses penyelamatan.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban terus menunggu kabar dengan penuh harap. Salah satunya Natacha Diaz, yang mengatakan dua putrinya berusia 22 dan 23 tahun masih tertimbun reruntuhan pusat perbelanjaan tempat mereka bekerja sebagai ahli manikur.
"Mereka sedang bersama teman-teman mereka. Saya hanya ingin mereka ditemukan. Saya yakin dan berharap mereka ada di sana," kata Diaz.
Pemerintah juga melaporkan ratusan bangunan rusak berat atau hancur, termasuk sejumlah rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Selain itu, sekitar 1.000 fasilitas infrastruktur lainnya turut terdampak.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan yang masih beroperasi kewalahan menangani lonjakan pasien. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis yang telah terjadi bahkan sebelum bencana melanda.
"Semua rumah sakit kami kekurangan pasokan dan obat-obatan. Kami bahkan tidak mampu memberikan layanan medis yang memadai bagi warga kami dalam kondisi normal sekalipun," ujar dokter Pedro Javier Fernandez.
Menurutnya, bencana tersebut membuat situasi layanan kesehatan semakin sulit ditangani karena kebutuhan medis meningkat drastis di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Editor: Rizky Agustian