Update: Pasukan Israel Serbu 21 Kapal GSF, Tangkap 443 Aktivis dari 47 Negara
ANKARA, iNews.id - Penyelenggara misi kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF) mengungkap sejauh ini 443 aktivis dari 47 negara ditahan oleh pasukan Israel. Kapal-kapal mereka dicegat Angkatan Laut Israel saat berusaha mencapai Jalur Gaza sejak Rabu malam hingga Kamis (2/10/2025).
GSF menyebutkan, para aktivis diusir paksa dari kapal-kapal mereka oleh pasukan Israel. Penahanan para aktivis itu disebut sebagai penculikan yang melanggar hukum.
Data pelacakan real time GSF mengungkap, sebanyak 21 kapal diserang oleh Angkatan Laut Israel dan 19 lainnya diyakini mengalami hal serupa. Sebanyak 19 kapal tersebut hilang dari platform pelacakan, sehingga nasib para aktivis di dalamnya belum diketahui.
Sementara tiga kapal lainnya masih dalam pelayaran.
Para aktivis yang berada di kapal-kapal yang diserang Israel berasal dari berbagai negara, termasuk Spanyol, Italia, Brasil, Turki, Yunani, Amerika Setikat, Jerman, Swedia, Inggris, Prancis, Malaysia, dan banyak lainnya.
Otoritas Israel menyatakan para aktivis tersebut dibawa ke pelabuhan Ashdod sebelum dideportasi ke Eropa.
Serangan Israel itu terjadi meski ada seruan dari organisasi-organisasi internasional, termasuk Amnesty International, untuk melindungi armada bantuan tersebut. PBB juga memperingatkan serangan apa pun terhadap konvoi tersebut tidak dapat diterima.
Selama beberapa tahun, Israel telah menyerang kapal-kapal yang menuju Gaza, menyita muatan, serta mendeportasi para aktivis di dalamnya.
Armada GSF yang juga membawa bantuan kemanusiaan dan pasokan medis, berlayar sejak akhir Agustus lalu. Ini adalah pertama kali dalam beberapa tahun, lebih dari 50 kapal berlayar bersama menuju Gaza, membawa 532 aktivis yang berasal dari 45 negara lebih.
Editor: Anton Suhartono