Utus Menlu Bertemu Diplomat AS di New York, Presiden Maduro Terpojok?

Anton Suhartono ยท Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:09 WIB
Utus Menlu Bertemu Diplomat AS di New York, Presiden Maduro Terpojok?

Nicolas Maduro akui mengutus menlu untuk bertemu utusan khusus AS untuk Venezuela (Foto: AFP)

KARAKAS, iNews.id - Presiden Nicolas Maduro membenarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jorge Arreaza bertemu dengan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Venezuela, Elliott Abrams, di New York.

Pertemuan ini digelar di tengah konflik dua negara terkait dukungan AS kepada pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendongkel pemerintahan Maduro. Guaido memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venzuela pada awal Januari 2019. Namun upaya kudetanya itu ditentang militer, meskipun mendapat dukungan dari negara-negara Barat.

Baca Juga: Presiden Maduro: AS Ikut Campur, Venezuela Bisa Dilanda Perang Sipil

Beberapa jam setelah Guaido memproklamirkan diri, Presiden Donald Trump menyampaikan dukungannya hingga membuat merah kuping Maduro. Pria yang baru dilantik sebagai presiden pada Januari untuk perode kedua itu pun mengusir diplomat AS dari Karakas.

Maduro mengatakan, Menlu Arreaza bertemua dua kali dengan Abrams. Pertemuan pertama berlangsung selama 2 jam dan yang kedua, yakni keesokan harinya, 3 jam.

Tak disebutkan secara spesifik kapan tanggalnya, namun beberapa sumber menyebut pertemuan berlangsung pada awal pekan ini.

Baca Juga: AS Dicurigai Kirim Senjata ke Venezuela untuk Penentang Maduro

"Saya mengundang Elliot Abrams untuk datang ke Venezuela secara pribadi, di depan umum (atau) secara rahasia. Apa yang harus dia lakukan adalah mengatakan, di mana, kapan, dan bagaimana, lalu saya akan datang," kata Maduro, dalam wawancara dengan Associated Press, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Sabtu (16/2/2019).

Tak disebutkan apa materi saja hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, namun yang jelas Arreaza mengundang Abrams untuk datang ke Venezuela.

Namun tawaran Maduro untuk berdialog dengan AS ini seperti menunjukkan sinyal bahwa posisinya sudah terpojok. Maduro kini mendapat tekanan hebat dari negara-negara Barat yang mendukung Guaido. Bahkan negara-negara tetangga di Amerika Latin juga memberi dukungan kepada tokoh oposisi pemimpin Majelis Nasional itu.

Baca Juga: Menlu Rusia Peringatkan AS Tak Intervensi Krisis di Venezuela

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pun tak menganggap penting tawaran Maduro untuk bertemu.

"Fakta bahwa dia secara terbuka mengatakan ingin berdialog dengan Amerika Serikat bukan hal baru, tapi saya pikir itu menunjukkan pemahaman bahwa rakyat Venezuela menolak dia serta sistem pemerintahannya," kata Pompeo, di Islandia.


Editor : Anton Suhartono