Venezuela Tangkap 131 Orang Atas Tuduhan Sabotase Ekonomi
CARACAS, iNews.id - Otoritas Venezuela menangkap 131 orang yang dituduh mencoba melakukan sabotase terhadap reformasi yang dilakukan oleh Presiden Nicolas Maduro untuk meringankan krisis ekonomi.
Jaksa Agung Tarek William Saab mengatakan, mereka yang ditangkap merupakan bos dari jaringan besar, yang dituduh berspekulasi dan menimbun produk dasar.
"Para tahanan dituduh mencoba mengacaukan ekonomi," kata Saab, seperti dilaporkan AFP, Jumat (31/8/2018).
Dari mereka yang ditangkap, sebanyak 29 orang diizinkan bebas bersyarat dan 10 lainnya dibebaskan.
Maduro meluncurkan serangkaian kebijakan reformasi yang bertujuan mengakhiri empat tahun resesi berkepanjangan yang dialami Venezuela.
Salah satu kebijakan tersebut adalah memperbaiki harga pada 25 produk dasar, termasuk daging sapi, ayam dan telur, yang semuanya hilang dari pasar. Kekurangan bahan pokok makanan memaksa ratusan toko harus ditutup.
Sementara itu, ribaun warga berbondong-bondong meninggalkan Venezuela, sebanyak 1,6 juta orang sejak 2015.
Eksodus besar-besaran ini memicu krisis migrasi di negara-negara Amerika Selatan lainnya, khususnya Kolombia, Ekuador, Peru, dan Brasil.
Reformasi Maduro antara lain menaikkan upah minimum sebesar 3.400 persen dan menghapus lima nol dari mata uang. Ada pula peningkatan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pengurangan subsidi bensin.
Editor: Nathania Riris Michico