Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Greenland Tolak Jadi Bagian Amerika: Berhenti Remehkan Kami!
Advertisement . Scroll to see content

Venezuela Terpaksa Jual Minyak ke AS, Uangnya Dikendalikan Trump

Rabu, 07 Januari 2026 - 15:14:00 WIB
Venezuela Terpaksa Jual Minyak ke AS, Uangnya Dikendalikan Trump
Venezuela mencapai kesepakatan secara terpaksa untuk mengekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS Amerika Serikat (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Venezuela mencapai kesepakatan untuk mengekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,6 triliun ke Amerika Serikat

Presiden AS Donald Trump mengklaim, kesepakatan tersebut merupakan negosiasi penting yang akan mengalihkan pasokan minyak Venezuela ke China. Dia juga menyebut transaksi ini akan membantu Venezuela menghindari pengurangan produksi minyak lebih dalam.

Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang telah dijatuhi sanksi kepada AS. Minyak tersebut masih tersimpan di kapal-kapal tanker yang sedianya akan dikirim ke China.

"Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," kata Trump, dalam posting-an di Truth Social, dikutip Rabu (7/1/2026).

Kesepakatan tersebut juga menjadi pertanda kuat, pemerintah Venezuela menuruti tuntutan Trump agar membuka diri terhadap perusahaan minyak AS atau menghadapi serangan militer lebih besar. 

Trump mendesak Presiden Venezuela sementara Delcy Rodriguez memberikan akses penuh kepada perusahaan AS termasuk pihak swasta ke industri minyak Venezuela.

Venezuela memiliki jutaan barel minyak yang dimuat di kapal tanker dan tangki penyimpanan yang belum dapat dikirim akibat blokade ekspor yang diberlakukan Trump sejak pertengahan Desember. Blokade tersebut merupakan bagian dari kerasnya tekanan AS terhadap pemerintah Presiden Nicolas Maduro yang berpuncak pada penangkapannya pada 3 Januari lalu.

Para pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan Maduro sebagai penculikan dan menuduh AS berusaha mencuri cadangan minyak negaranya.

Menurut Trump, Menteri Energi AS Chris Wright bertanggung jawab untuk melaksanakan kesepakatan tersebut. Minyak akan diambil dari kapal dan dikirim langsung ke pelabuhan AS.

Penyaluran minyak mentah yang ditahan itu pada awalnya memerlukan pengalokasian ulang kargo karena ditujukan untuk China.
Negara tersebut merupakan pembeli utama Venezuela dalam 10 tahun terakhir, terutama sejak Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam perdagangan minyak dengan Venezuela pada 2020.

"Trump ingin ini terjadi lebih awal agar dia bisa mengatakan ini adalah kemenangan besar," kata seorang sumber industri minyak.

Harga minyak mentah AS turun lebih dari 1,5 persen setelah pengumuman Trump, dengan kesepakatan tersebut diperkirakan akan meningkatkan volume ekspor minyak Venezuela ke AS.

Aliran minyak tersebut saat ini sepenuhnya dikendalikan oleh Chevron, mitra usaha patungan utama PDVSA, di bawah otorisasi AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut