Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Soroti Kejanggalan di Indonesia: Negara Kaya, tapi Rakyatnya Banyak yang Miskin
Advertisement . Scroll to see content

Vietnam Naikkan Standar, Pekerja Bergaji Rp1,8 Juta Dianggap Miskin

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:55:00 WIB
Vietnam Naikkan Standar, Pekerja Bergaji Rp1,8 Juta Dianggap Miskin
Vietnam akan menaikkan standar kemiskinan, warga bergaji 2,8 juta dong (sekitar Rp1,8 juta) per bulan dianggap miskin (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

HANOI, iNews.id - Vietnam akan menaikkan standar kemiskinan pada periode 2026-2030. Warga yang mendapat gaji maksimal 2,8 juta dong Vietnam (sekitar Rp1,8 juta) per bulan dianggap miskin.

Vietnam telah meningkatkan standar kemiskinan nasional dan kini menjadi salah satu dari 30 negara di dunia yang menerapkan kriteria multidimensi. Negara Asia Tenggara ini juga memastikan, kondisi hidup minimum lebih selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pham Hong Dao, wakil kepala Kantor Nasional untuk Pengurangan Kemiskinan, seperti dikutip dari Vietnamnet, mengatakan pemerintahannya menaikkan indeks kemiskinan multidimensi baru untuk periode 2026-2030. 
Ambang batas pendapatan perkotaan akan dinaikkan menjadi 2,8 juta dong serta pendapatan perdesaan menjadi 2,2 juta dong (sekitar Rp1,42 juta) per orang per bulan.

Selain pendapatan, standar kemiskinan lain juga diukur dari akses terhadap informasi, air bersih, serta lingkungan dan kebersihan juga telah disesuaikan.

Diperkirakan pada akhir 2025, tingkat kemiskinan keseluruhan Vietnam akan turun menjadi sekitar 1,1 persen. Ini berarti masih ada 900.000 hingga 1.100.000 orang yang masih hidup dalam kemiskinan.

Angka tersebut merupakan kemajuan signifikan. Pada 1998, jumlah rumah tangga miskin di Vietnam mencapai 58 persen. 

Pemerintah ingin memastikan bahwa 100 persen wilayah atau kota terbebas dari kemiskinan pada 2030 sambil mempertahankan angka pengurangan tahunan sebesar 1 hingga 1,5 persen. Pada 2030, Pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan rata-rata perdesaan sebesar 2,5 hingga 3 kali lipat dibandingkan 2020. Pendapatan di kalangan masyarakat etnis minoritas mencapai setidaknya dua pertiga dari rata-rata nasional.

Bagaimana bisa terwujud? Pemerintah tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kemiskinan tapi juga membantu mereka menghindari kembali jatuh ke dalam kemiskinan, melalui program kredit, pelatihan kerja, asuransi kesehatan gratis, serta pembebasan biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. 

Selain itu, program pengurangan kemiskinan juga mencakup kesetaraan gender dan peningkatan kapasitas bagi perempuan dan anak perempuan di daerah pedesaan, pegunungan, dan terpencil.

Terlepas dari pencapaian yang diraih, Vietnam masih menghadapi tantangan, yakni beberapa daerah perdesaan dan pegunungan yang sulit diakses masih kekurangan air bersih, listrik, sekolah, dan klinik kesehatan.

Perbandingan dengan Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan garis kemiskinan nasional dengan pendapatan Rp595.242 per kapita per bulan berdasarkan data September 2024. Jika dirata-rata memiliki pendapatan Rp20.000 per hari, nilai minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan. 

Dengan demikian, berdasarkan data per Maret 2025, sekitar 8,47 persen penduduk Indonesia atau 23,85 juta jiwa, berada di bawah garis kemiskinan.

Bank Dunia punya standar lain yang lebih tinggi untuk mengategorikan miskin atau rentan miskin, yakni berpenghasilan Rp1,51 juta per orang per bulan.

Jika menggunakan standar ini, jumlah penduduk miskin atau rentan miskin jauh lebih besar hingga sekitar 194,4 juta jiwa karena banyak keluarga dengan pendapatan di atas garis. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut