Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditahan KPK, Fairuz A Rafiq Angkat Bicara!
Advertisement . Scroll to see content

Viral Pengantin Perempuan Jalan Kaki ke Gedung Pernikahan karena Terjebak Demonstran

Senin, 22 November 2021 - 13:00:00 WIB
Viral Pengantin Perempuan Jalan Kaki ke Gedung Pernikahan karena Terjebak Demonstran
Seorang pengantin perempuan di Sydney, Australia, terpaksa berjalan kaki ke gedung pernikahan karena terjebak demonstran anti-vaksin (Screengrab TikTok)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Seorang pengantin perempuan yang terjebak di kerumuman massa demonstrasi anti-vaksin di Sydney, Australia, mendapatkan pertolongan polisi, diantar ke gedung pernikahan, Minggu (21/11/2021).

Dalam video yang viral di TikTok diunggah oleh @sandrachoybao, seorang pengantin perempuan berjalan di tengah kerumunan demonstran anti-vaksin. Dia tampak memegangi gaun yang menjuntai ke jalanan, berjalan dikawal polisi menuju gedung pernikahan. Mobil limusin yang membawanya tak bisa mengakses gedung tempat acara karena terhalang massa.

"Tidak ada yang bisa merusak hari ini, bahkan para demonstran yang berunjuk rasa di depan gedung pernikahan. Ketika Anda tidak bisa ke gedung pernikahan menggunakan mobil limusin karena para demonstran melakukan unjuk rasa di depan gedung pernikahan, maka kita harus berjalan kaki," demikiam keterangan di video yang diunggah rekan pengantin tersebut, seperti dilaporkan Daily Mail.

Video tersebut menjadi perbincangan hangat netizen, termasuk yang bersimpati kepada sang pengantin karena hari bahagianya terganggu demonstrasi.

"Saya minta maaf, mereka sudah merusak harimu," kata seoarang netizen dalam komentar di posting-an tersebut.

"Mereka sudah membuat hidup orang lain buruk," kata pengguna lainnya.

Namun banyak pula netizen yang membela para demonstran.

"Mereka melakukan ini agar Anda bisa menyelenggarakan pernikahan dengan bebas," ujar seorang netizen.

Demonstrasi menentang vaksin Covid-19 sudah berlangsung beberapa hari terakhir di Australia. Jumlah demonstran terus meningkat setiap harinya. Mereka menolak disuntik dengan alasan diwajibkannya vaksin Covid merupakan cara pemerintah untuk mengendalikan populasi warga Australia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut