Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Imlek, Taman Margasatwa Ragunan Tetap Buka di Hari Senin
Advertisement . Scroll to see content

Viral Singa di Kebun Binatang Ini Kelaparan, Tinggal Kulit Pembungkus Tulang

Sabtu, 25 Januari 2020 - 07:09:00 WIB
Viral Singa di Kebun Binatang Ini Kelaparan, Tinggal Kulit Pembungkus Tulang
Singa kelaparan di kebun binatang Sudan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KHARTUM, iNews.id - Kondisi beberapa ekor singa koleksi Kebun Binatang Al Qurashi di Khartoum, Sudan, sangat mengenaskan. Hewan buas itu tampak kurus kering karena kelaparan.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan, beberapa ekor singa hanya tinggal kulit pembungkus tulang, terbaring tak berdaya di lantai kandang. Padahal singa merupakan predator gurun yang ditakuti.

Mulanya foto tersebut dibagikan seorang aktivis pemerhati satwa di Sudan, Zuhair Al Sarag, hingga menjadi viral. Zuhair mendapat respons dari ribuan orang di seluruh dunia.

Dia mengatakan, di kebun binatang Khartum ada tiga ekor singa betina yang kondisinya mengenaskan, satu jantan dan dua betina.

"Ini sebenarnya kejahatan. Harus ada yang bertanggung jawab," katanya, menambahkan bahwa kebun binatang tersebut dulunya dipenuhi koleksi satwa, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (25/1/2020).

Menurut dia, banyak satwa yang mati atau dipindahkan karena kebun binatang tak punya cukup staf untuk merawat mereka. Di samping itu, kebun binatang mengalami kendala dana.

Penduduk setempat yang khawatir dengan kondisi mereka berbondong-bondong membantu dengan membawa makananan dan obat. Padahal kondisi masyarakat di sekitar kebun binatang juga tergolong miskin akibat krisis ekonomi.

Melonjaknya harga pangan di Sudan memicu unjuk rasa besar-besaran pada 2019 yang berbuntut mundurnya presiden Omar Al Bashir pada April. Beberapa bulan kemudian, dewan transisi sipil-militer menggantikan pemerintahan Bashir. Namun mereka mewarisi banyak masalah, termasuk utang 60 miliar dolar AS serta pemberontakan di beberapa provinsi.

Kenaikan harga bahan pokok dan krisis ekonomi pun berdampak para penderitaan hewan.

"Banyak organisasi internasional bersedia membantu," kata Osman Mohamed Salih, aktivis satwa yang membuka penggalangan dana online.

Namun, kata Salih, mereka menghadapi kendala. Banyak pihak di luar negeri ingin menyumbang melalui situs web pengumpulan dana online. Masalahnya sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Sudan, atas tuduhan menjadi sponsor terorisme, tak memungkinkan kebun binatang menerima dana melalui platform penggalangan dana seperti GoFundMe.

Meski demikian, Salih dan rekan-rekan tak kehabisan akal. Mereka masih bisa mendapat dana melalui sumbangan lain.

Pada Rabu, dia berbagi foto singa yang tersisa mendapat makanan. Salih mengatakan kondisi singa betina itu mengalami kemajuan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut