Viral, Turis Perempuan China Ditabrak Pengawal Kerajaan Inggris
LONDON, iNews.id - Sebuah rekaman video yang menunjukkan turis perempuan China ditabrak oleh pengawal kerajaan Inggris viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Windsor Castle yang juga tempat pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada Mei lalu, sekitar 35 kilometer dari London.
Peristiwa bermula saat turis tersebut berdiri di luar tali pembatas. Dia seharusnya berada di dalam tali sebagai penanda bagian yang boleh ditempati pengunjung. Tiba-tiba seorang pengawal berjalan dari arah belakang dan menabraknya.
Detik-detik turis China ditabrak oleh pengawal Kerajaan Inggris. (Foto: doc. Twitter)
Turis tersebut masuk ke area terlarang agar bisa difoto oleh rekannya. Namun pengawal dari Queen's Guard berjalan berbaris tanpa mengindahkan perempuan tersebut.
Akibatnya, korban terdorong ke depan hingga hampir terjatuh. Perempuan ini berteriak terkejut, namun pengawal terus melangkah tanpa menunjukkan reaksi apa pun.
Queen's Guard merupakan pengawal yang terkenal dengan seragam merah dan topi dari bulu beruang. Mereka ditugaskan untuk menjaga kediaman keluarga kerajaan Inggris.
Perempuan itu berteriak saat ditabrak, namun pengawal tetap berjalan tanpa menghiraukannya. (Foto: doc. Twitter)
Insiden itu menimbulkan banyak perdebatan di media sosial, mengenai siapa yang salah dalam peristiwa tersebut dan soal asal turis perempuan itu.
Rekaman video beredar di media sosial China Weibo, namun diperkirakan sebelumnya sudah tersebar di aplikasi layanan pesan singkat WeChat atau WhatsApp.
Posting-an yang beredar itu dilengkapi keterangan, "Melewati batas yang diperbolehkan, berfoto, dan didorong oleh Royal Guard." Saat ini unggahan tersebut sudah mendapat ribuan komentar.
Peristiwa itu viral dan dibagikan di sejumlah media sosial, dan sudah dikomentari ribuan kali. (Foto: doc. Twitter)
Seorang presenter BBC, Tim Hague, menulis di Weibo bahwa tugas Royal Guard adalah melindungi keluarga kerajaan Inggris.
"Tali itu menjadi tanda kita tidak boleh melewatinya, dan bila anda melakukanya, maka pengawal memiliki hak untuk menentukan apakah anda merupakan bahaya bagi tempat yang mereka kawal," kata Hague.
"Mereka diizinkan menggunakan senjata dalam situasi seperti ini. Mendorong bisa dilihat sebagai cara paling lunak untuk menyelesaikan masalah seperti ini," tulisnya.
Dilaporkan Telegraph, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, "Divisi Kerumahtanggan Istana dengan bangga menjaga Yang Mulia dan merasa terhormat karena orang-orang datang dari seluruh dunia menyaksikan tontonan seremonial kami. Tali-tali itu ada untuk melindungi masyarakat dan tentara kami; tolong tetap di belakang mereka."
Editor: Nathania Riris Michico