Virus Corona Bunuh 30.000 Orang di Iran, 526.000 Lainnya Terinfeksi
TEHERAN, iNews.id - Virus corona telah membunuh 30.000 orang lebih di Iran hingga Sabtu (17/10/2020). Negara itu mengonfirmasi penambahan harian 253 kasus infeksi Covid-19 pada Sabtu sehingga totalnya menjadi 31.123 orang.
Jumlah itu menempatkan Iran sebagai negara Timur Tengah terparah yang diterjang wabah virus corona.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Sima Sadat Lari, seperti dikutip dari Associated Press, mengatakan, saat ini terdapat 4.721 pasien Covid-19 yang dalam kondisi kritis.
Iran telah berjuang melawan virus corona sejak mengumumkan kasus pertama pada Februari 2020. Kini total kasusnya mencapai 526.490 setelah ada penambahan 4.103 penderita baru dalam 24 jam terakhir.
AS Jatuhkan Sanksi ke Iran Lagi, Presiden Rouhani: Kejam, Tidak Manusiawi!
Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah penambahan kasus kematian harian melonjak ke level tertinggi. Meskipun angka kematian tinggi, pemerintah enggan memberlakukan lockdown total karena akan berdampak parah terhadap perekonomian yang sudah ambruk akibat sanksi Amerika Serikat.
Iran Deklarasikan Kemenangan atas AS di PBB terkait Pemberlakuan Sanksi
Otoritas Iran hanya melarang perjalanan dari dan menuju lima kota besar, termasuk Teheran dan kota suci Syiah, Masyhad.
Warga Teheran dilarang bepergian ke luar kota sejak 3 Oktober. Sebagian tempat keramaian di kota berpenduduk 9 juta jiwa itu juga ditutup.
Wabag Covid-19 juga telah menyebar ke pejabat pemerintahan Iran. Di antara mereka adalah kepala badan energi atom. Wakil presiden Iran yang bertanggung jawab atas anggaran dan perencanaan juga dinyatakan positif pada Minggu lalu.
Editor: Anton Suhartono