Virus Korona Bisa Menyebar Cepat, 9 Orang Meninggal dan 440 Lainnya Terjangkit di China
BEIJING, iNews.id - Otoritas China memperingatkan bahwa virus korona yang menyebabkan gejala seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dapat bermutasi dan menyebar dengan cepat.
Hingga Rabu (22/1/2020), korban meninggal di China mencapai sembilan orang dan 440 lainnya dinyatakan positif terjangkit.
Wakil Komisi Kesehatan Nasional Li Bin menegaskan, cepatnya penyebaran karena virus korona bisa ditularkan melalui pernapasan.
Baca Juga: Melonjak, 291 Orang Terinfeksi Virus Korona di China dengan 6 Orang Meninggal
"Kemungkinan mutasi virus dan adanya penyebaran penyakit lebih lanjut," kata Li, dikutip dari AFP.
Komisi juga mengumumkan beberapa langkah untuk menahan laju penyebaran virus korona di tengah musim libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020. Sekitar 3 miliar warga China berpergian atau pulang kampung sejak pertengahan Januari hingga Februari mendatang.
Penyebaran penyakit bisa lebih cepat lagi seiring dengan tingginya mobilitas penduduk dan interaksi. Untuk itu, desinfeksi dilakukan di tempat umum yang dikunjungi banyak orang, seperti bandara, stasiun kereta, dan pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Mengenal Virus Korona yang Menginfeksi Warga China
"Bila diperlukan, pemeriksaan suhu tubuh juga akan diterapkan di area-area penting keramaian," demikian pernyataan Komisi Kesehatan Nasional.
Virus korona juga telah terdeteksi di beberapa negara Asia seperti Taiwan. Amerika Serikat juga mengonfirmasi kasus pertama pada Selasa.
Titik pusat penyebaran virus korona adalah Kota Wuhan, China, di mana pihak berwenang meningkatkan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang dan pengguna jalan di bandara, stasiun kereta, dan jalan raya.
Wabah ini juga menyebabkan perayaan besar Tahun Baru Imlek yang biasanya dihadiri ratusan ribu pengunjung dibatalkan.
Editor: Anton Suhartono