Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Virus Korona di Korsel, Pemerintah Seoul Desak agar Pemimpin Gereja Diselidiki

Selasa, 03 Maret 2020 - 11:04:00 WIB
Virus Korona di Korsel, Pemerintah Seoul Desak agar Pemimpin Gereja Diselidiki
Lee Man Hee meminta maaf kepada rakyat Korsel terkait penyebaran virus korona dari gereja yang dipimpinnya (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Kasus virus korona atau Covid-19 di Korea Selatan hingga Selasa (3/3/2020) pagi mencapai 4.812, tertinggi setelah China.

Selain itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korsel (KCDC) juga mengonfirmasi dua korban meninggal terbaru sehingga bertambah menjadi 28 orang.

Penyebaran virus korona di Korsel tak terlepas dari Shincheonji Church of Jesus yang dipimpin Lee Man Hee.

Sumber penularan merupakan seorang jemaat perempuan berusia 61 tahun yang pada 10 Februari mengeluhkan demam atau gejala virus korona, namun dia menolak menjalani tes medis dengan alasan tak pernah keluar negeri sebelumnya atau berinteraksi dengan penerita.

Sebelum dinyatakan terinfeksi, dia menghadiri setidaknya empat misa di gereja Daegu serta acara lainnya.

Kemarahan dan ketakutan terkait penyebaran virus dari sekte gereja yang tertutup itu pun mencengkeram Korsel. Ratusan ribu warga Korsel meneken petisi agar pemerintah membubarkan Shincheonji Church of Jesus.

Sementara itu pemerintah berupaya menekan penyebaran virus korona dengan memeriksa sekitar 260.000 jemaat. Hampir 90 persen kasus virus korona di Korsel terkait dengan Shincheonji Church of Jesus.

Pada Senin (2/3/2020), Pemerintah Kota Seoul mendesak jaksa penuntut agar menyelidiki para pemimpin gereja, termasuk Lee, dan menjerat mereka dengan dugaan pembunuhan.

Wali Kota Seoul Park Won Soon mengatakan, jika Lee dan para pemimpin gereja lainnya mau bekerja sama sejak awal maka penyebaran virus korona bisa dicegah yang pada akhirnya bisa menekan jumlah korban meninggal.

Sementara itu Lee berlutut dan meminta maaf kepada rakyat Korsel setelah seorang jemaat yang terinfeksi menyebabkan wabah virus korona yang besar di negaranya.

"Kami melakukan yang terbaik tapi tidak dapat menghentikan penyebaran virus," kata Lee.

Tidak diketahui berapa banyak dari korban meniggal di Korsel yang terkait langsung dengan gereja.

Pekah lalu, seorang juru bicara gereja Shincheonji menyatakan pembelaan dengan mengatakan para jemaatnya merupakan korban dari wabah serta menuduh kondisi ini sebagai 'perburuan penyihir' oleh orang yang dendam.

"Saya meminta Anda membuang kebencian dan kritik terhadap jemaat kami," kata juru bicara, dalam posting-an video di situs web Shincheonji.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut